life is a big joke

Jangan biarkan ide muw usang dimakan waktu, tuangkanlah dalam goresan tinta keabadian.....

semua hanya jadi sejarah yang terlewat...

Selasa, 28 Juni 2011

Pagi, Jakarta yang tanggalnya tak ingin kuw sebut…

Mati suri selama beberapa bulan mebuatku mulai malu untuk bertemu denga kaan baikku, yaahhhh kawan baik dimana selama ini merupakan tempatku meluapkan asa, melemparkan barisan “tinta tak bernyawa”. Trmanku tak pernah mengeluh, selalu setia acap kali kuw memperdulikannya.

Dunia begitu sibuk, hingga mampu menyibukkan siapa saja yang menaunginya, tak terkecuali “aku”

Pagi ini kota tempatku berpijak begitu mesra, desahan air semalam mampu merobek hangar bingar keramaian kota. Ohhh ia tak lupa kuhanturkan terima kasih sumpah serapah bagi “dia” yang elah memberikan imajinasi hingga kubisa meracik kata kembali….

Dia begitu baik, begitu sopan, begitu rajin, hingga begitu alim jika dibandingkan dengan penulis tinta ini, jika kau melihatnya, yah dia seperatus lebih baik (lagi-lagi) dari ilustratot ini. Agak sedikit hiperbola bagi merea yang mebacanya, tapi yah inilah yang kutuliskan, mengalir begitu ikhlas dijari jemariku.

“dia”, yang kali ini tak ingin kusebut namanya,. Hmmmm atau lebih baiknya kita sebut saja “dia”, dengan sebuta “smash”. Mungkin kalian tak asing lagi dengan kata itu, dan pastinya saya yakin kalian (pembaca) salah satu oenggemar beratnya.
Hahahahahaha…

“smash”, berperawakan agak buram, bertubuh besar dariku (lebar), dan lebih kerdil dariku. “smash” sangat beruntung, ia terlahir dari keluarga kurang mampu namun dihidupi oleh salah satu keluarga dekatnya. Kurang kaya tidak miskin, yah tapi sederhana. sejak kecil belajar susah, hanya bersikap pasrah. Sempat sesaat, mengenal A. S. I. dari ibu. Syukuri rahmat, dapat singkat nikmat ilmu. #alabondan

“smash”, merupakan salah satu mereka yang diberi nafas dalam lingkup kehidupan keluarga sederhana. Mereka berjumlah sekian plus tiga (anak dari keluarga itu). Semuanya begitu adil, tak ada sekat yang menyelimuti keseharian mereka.

Semua mendapat pendidikan, alam dan institusi pendidikan memaksanya untuk hidup.
Singkat cerita mereka tumbuh besar bersama, walaupun pasti tujuan hidup akan berbeda. Kaki begitu kejam menghantar mereka dalam perbedaan tujuan. Yahhhh itu adalah hal yang sangat manusiawi, namun tak senikmat kopi torabika di pagi hari. Bak puntung rokok yang habis dihisap tuannya. Tapi yahh seperti itulah hidup, kadang kau meninggalkan, mengambil keputusan, entah itu secara baik-baik atau hanya berdasarkan egoisme pribadi yg berakal pendek.

Mereka berhasil menapaki hidup, batang rokok pun tlah menjadi puntung untuk menyinari mereka yang kusebut anak matahari. Semua tak seindah awalnya, “smash” yang awalnya hanyalh bocah yang terlindungi oleh terik matahari, kini telah menjadi bintang, yang tak membutuhkan sinar lagi untuk menyinari hidupnya.

Semua hanya jadi sejarah, yang terlewat…..

Yahhh mungkin semua agak buram dalam penuturannya. Singkat, pendek, dan tak jelas…

“smash”, tak mau kenal lagi kampungnya (yang membantunya bersinar)
“smash”, tak mau kenal lagi saudaranya… #ungu-bimbi (edit)

Kutak ingin menceritakannya lebih detail, lebih jauh, karena disini kuhanya berposisikan sebagai penonton yang hanya melihatnya dari satu sudut pandang, sudut pandang yang diberikan oleh mereka para lakon kisah. Tapi pasti singkat tulisan ini akan membuat orang tersinggung (entah itu sang lakon cerita atau kalian yang mempunya kisah mirip seperti ini). Namun lagi-lagi saya, saya menulis ini memang untuk menyinggung.. menyinggung mereka yang tersinggung.
Hahahahahahahaha

Semoga segala sesuatunya lebih baik dari awalnya…

Setiap cerita pasti ada awalnya, namun kini ku tak ingin mengakhirinya…

“smash”, you must to thank…

tulisan ini juga dipublikasikan di http://www.facebook.com/dirgasirajuddin
to be continued.... #alaserialdrama

untuk mereka sang manusia sempurna

Rabu, 20 April 2011

Ku coba lagi menuangkan penat dikepala dengan bermesraan dengan tuts-tuts keyboard..

Ok, let’s “fukkin” start…


Hmmm yah awal yang fukk untuk mereka yang fukk, mungkin itu cukup adil atau mungkin saya yang terlalu emosi. Ahk ini bukan emosi, ini hanya cerminan bengis dari kawan-kawan saya…

Yahh mungkin bagi sebagian orang kemenangan adalah sesuatu hal yg harus, kesuksesan adalah sesuatu hal yg untuk mendapatkannya harus melegalkan segala cara, bahkan sampai menciderai orang yang selalu berada disampingnya.

Aneh ! yah tapi ini lah cerminan bumi (bc: kalian dan mereka) masa kini.

Segelintir orang rela memperjuangkan segala sesuatunya hanya untuk mendapatkan apa yg dikatakan teman atau mungkin lebih tepatnya sahabat, ahk tidak sodara jauh lebih terhormat. Yahh mungkin karena menganggap itu adalah segalanya. Ketika kau susah engkau akan lari kemana ? ketika kau sedih engkau akan bersandar kepada siapa ? bahkan ketika kau jatuh, siapa yg akan mengangkat mu ? tapi pastinya ketika kau senang, ketika kau bahagia, ketika kau berada diatas, kau takkan menoleh kebawah, atau mungkin kau hanya akan menikmati itu sendirian.

Maaf saja kalau aku menyebutnya “dewa bejat, bermuka tuhan”, tahu kenapa aku meneriakinya seperti itu ?

Bisa kalian bayangkan penafsiran dewa itu seperti apa ? tentu saja segala yang baik akan dialamatkan padanya. Tapi dengan menguntit bejat maka akronimnya bisa seperti seseorang yang selalu berperilaku baik, entah itu perilakunya, sifatnya, ataupun kesehariannya, (eitz jangan dulu itu masih koma) tapi sayang semua itu semu, bak kucing didalam jerami, semua yang kuingini harus terpenuhi bahkan sampai bermuka tuhan pun dilegalkan. Bermuka tuhan yang ku maksud adalah bermuka dua untuk mencari simpati kepada orang lain. Cuiihhhh !!! senyum merah merona kau pancarkan tanpa kau sadari kau bak penjilat jeroan ludah.

Yahh bagi kalian yang membaca ini pasti akan merasa ini sesuatu yang berlebihan, bahkan mungkin menganggap ini bukan cerminan seseorang yg menimba ilmu, tapi terkadang seseorang bisa dirobek jantungnya hanya dengan kalimat-kalimat seperti ini.

Entah kalian setuju atau tidak, tapi karena saya adalah teman yang baik maka saya akan membicarakan hal yg buruk didepanmu dan hanya akan membicarakan hal yg baik dibelakangmu (kutip; bang ichak)

Menang adalah hasrat, ingin terus menang adalah nafsu…

Ohhh ia, hey buat kalian juga yang berada digaris seberang, atas dasar apa kalian berhak menjudge bahkan melucuti mereka yang bermuka tuhan ? apa kalian dewa, atau mungkin malaikat yang selalu benar, Bicara sana sini hanya untuk mendapatkan dukungan dari orang yang kalian rasuki. Ingat kawan sejahat-jahatnya orang, lebih jahat lagi orang yang menjahati orang jahat.

Bicara didepan bukan dibelakang, dan saya yakin kalian mempunyai cukup nyali untuk itu. Kalian lihat perangkai tulisan ini, dia hanyalah pecundang kecil yg hanya bisa berbicara lewat huruf.

Liat diri kalian masing-masing, kalian masih berada pada satu wadah yg sama tapi sayang kalian sudah tercerai berai. Bullshit dengan segala pembenaran yang kalian agungkan. Semakin kau merasa benar semakin jauh pula kebenaran itu dari mu.

MEMUASKAN dan MEMUAKKAN hanya berbeda pada satu huruf, jgn sampai krn satu kesalahan kalian menjadi bagian dari yang satunya…

Belajarlah dari bayanganmu sendiri…


Hapus namamu dari tulisan ini jika ini hanyalah sampah bagimu….



untuk kalian yg hingga hari ini masih kuanggap saudara



tulisan ini juga dipublikasikan di http://www.facebook.com/dirgasirajuddin

masa lalu yg takkan pernah berlalu

Selasa, 19 April 2011

Wajahmu adalah puisi

Lakumu adalah puisi

Katamu adalah puisi

Kenanganmu adalah puisi

Cintamu adalah puisi

Tawamu adalah puisi

Senyummu adalah puisi

Rindumu adalah puisi

Tangismu adalah puisi

Diammu adalah puisi

Sangitmu adalah puisi

Amarahmu adalah puisi

Langkahmu adalah puisi

Ingatanmu adalah puisi

Jejakmu adalah puisi

Gerakmu adalah puisi

namun sayang kini semua itu hanya puisi,

tak ada lagi benci

tak ada lagi suka

semua kosong



20 april 2011, diiring dentingan rasa percaya - U9
i missed when i call u Solar Queen

sekolah "selokan"

Rabu, 13 April 2011

Di sebuah sekolah bernama SELOKAN di kelas 4 ada 3 orang anak serius, 5 orang anak kaya, 10 orang anak konyol, dan 12 orang anak lucu. serta ada 1guru konyol, 1 guru lucu dan 1 guru serius serta tak lupa satu hamster berwarna pink yang bisa tertawa jika dimasukkan uang koin (???).


suatu hari seorang anak bertanya "bu, 1 dolar berapa rupiah?". Jawab gurunya kira-kira 10.000,
lalu muncul suara lain,"bukannya 9000-an bu?"
"bukan itu kan kalo rupiah, ibu kan jawabnya kalo diubah ke rupee" sahut guru konyol
Lalu anak konyol berkata, "jadi rupiah dan Rupee sama?"
"hampir sama anak2.. coba dari penggunaan huruf sama kan", guru konyol nyelentuk
"iya yah, Indonesia sama India kan mirip-mirip, nasibnya juga tidak beda jauh " Jawab anak-anak konyol.
"Tapi saat ini India lebih makmur, Bu. ibu gimana sih, orang film-film India udah pada banyak diputar di Amrik. Lagipula ekonomi mereka terus meningkat.," ujar salah satu anak serius.


TENGTENGTENGTENG! tiba-tiba lonceng sekolah berbunyi.


"oke, anak-anak, sekarangt saatnya.... pelajaran tidur!". Ujar salah satu guru lucu


ok jadi sekarang kita analisa,, hormon2 apa saja yang di sekresikan oleh kelenjar pada saat kita tidur.
"rupiah dan rupee bu", kata anak konyol paling bodoh.
"kecap, bu" kata anak yang jauh lebih konyol lagi.


BRAKKKK!!! (anak kaya menggebrak meja)
asma bu guru tiba2 kambuh.


" saya tidak terima! sebagai anak Bupati, saya malu punya teman-teman seperti kalian!!
Ingat ! saya ini anak bupati, bupati men. masak sih saya punya teman yang tidak tahu hormon2 itu!!!".


"bupati tuh jabatan yang mana yah?" tanya seorang anak serius.
"Kayaknya diatasnya presiden deh.." jawab yang lain.
"Bukan! yang ada di atas presiden itu kopiahnya!", anak konyol memotong langsung

Akhirnya mereka bertengkar dan bu guru yang kena asma tak bisa menengahi.

Sampai akhirnya....GUBRAAAAAAAAAAAAAAKK!!!, bu guru yang kena asma akhirnya pingsan ditempat,tapi peperangan belum selesai...!


Anak bupati pun berniat keluar dari sekolah...

Akhirnya dari luar datang mobil2 hitam keren kinclong, dari dalamnya turunlah JUPE, bupati Pacitan yang Agung,


"Mamaa.... kata teman2 tadi mama Bupati yg suka naik diatas presiden".

dan JUPE berkata...
anakkuuuuuuuu... mama datang naak.... eh, kamu anakku yah??? sejak kapan???
JUPE mengerutkan keningnya. Tiba-tiba dia berteriak "UUPPS!" dan merogoh tasnya. "Ya Ampyun! Aku lupa pake lipstik!" katanya setelah mengeluarkan cermin.
bentar yah sayang mama benerin BH dulu ,, maklum kekecilan..
"iiiih mamah pornoaksi, aku laporin FPI biar nanti di cekal kayak ariel luna".


sementara itu... (jeng jeng jeeeng....) seseorang menatap dengan sengit ke arah JUPE...
dia adalah....
busyet, ternyata DEPE....
pantas saja dari tadi cembokar tiada henti. hihihihihi...


maka datanglah guru yang serius ke kelas itu dan kelas hening seketika.
sang guru tiba-tiba melecutkan mistar dengan keras. seisi kelas langusng melompat kaget, dan semua mata pun langsung tertuju kepada sang guru serius tersebut. (diiringi backsound music ...Jeng jeng !).


tapi kemudian karena dilihati oleh semua orang, sang guru tersebut malah malu dan menutup muka.
“malu karena ada pagar kawat yg melindungi giginya...
ternyata itu adalah guru konyol dengan topeng, dan muncullah guru serius asli dengan belengberry ditelapak tangannya..


PING PING *entah dari mana asalnya.

dengan make-up setebal tembok cina dan jambangnya mirip roma irama, ia mulai menatap murid satu persatu dan berkata...

“bagi pin BB-nya dong ? “

Lalu anak-anak serius menjawab, “ cali caiya caiya caiya caiya cali caiya caiya caiya ciaya”


Serentak kelas pun tenang….

Lalu salah satu anak serius tiba-tiba mengambil dan membakar sepuntung rokok lalu menghembuskannya keawan, dan mengeluarkan sebuah kotak ajaib dari kantongnya..
Sebuah benda yg dapat memutar cerita bergambar…

Guru serius pun mendekatinya….

ARIFIANTOOOO, kamu sedang nonton apa itu ?” teriak guru serius..
Tidak bu, saya cuman sedang mengecek email dari teman” jawabnya dengan yakin…
“Keluar, kamu saya keluarkan dari sekolah” sembari tangan guru serius menunjuk pintu

Jangan bu, jangan !
Bagaimana kalau saya membaca kitab saja…
Kalau begitu kamu saya skors”, jawab guru serius melunak

Lalu anak lucu menjawab"tapi sama saja dong,bu. keluar atau skors kan keluar juga ".
"Beda dong..!! kan kalau di skors, SPP masih harus dibayar. Terus kalau dikeluarin kan sayang, nanti sekolah ini dapat dari mana biaya untuk hidup ?”

Yahhh gampang tong bu sisa lipsync saja trus dimasukin ke youtube kan bisa terkenal…
Dan kalau terkenal kan bisa dapat uang banyak…
“ia ya, kamu bisa aja” sahut guru lucu serius…


kelas pun mulai tenang, murid-murid lalu mempersiapkan diri tuk pulang kerumah...


ohhh ia buat kawan2 yg hari sabtu nannti akan beralianisasi ria, saya ucapkan selamat...
semoga kita tidak teralianisasi-kan


http://www.facebook.com/dirgas

diujung bayangan

Sabtu, 09 April 2011

Jum’at 1 april 2011

Yah tepat disaat senja tlah menampakkan dirinya, disaat matahari tlah berbalik membelakangi ku mengantarkan pada sebuah keheningan malam..

Yaahh malam begitu dingin, sunyi, dan menyejukkan,,,
Tp kali ini malam kupastikan takkan begitu sunyi, sebab pada hari itu aku akan berbagi waktu dengannya, canda tawa, berbaur menyejukkan malam..
Yaahh kali ini malam begitu panjang menurut kuw, hmmm seperti seutas tali9 yang membentang kurus dihadapanku.

Hmmmm aku siap memulainya !

Awal yg indah pasti akan berakhir indah, tapi manis awalan ku pun tak berawal indah. Ada saja daun-daun yang mencoba menjatuhkan kuw..
Yahhh seperti daun yang tak pernah membenci angin, karena tlah memisahkannya dengan rantingnya. Aku pun begitu…
Jalani saja dengan penuh keheningan untuk menyunyikannyam, semua begitu diam saat kuw melangkah kan kaki…

Ohhh ia buat seseorang yg kusebut “kamu”, terima kasih atas pertolongannya pada hari itu….

Okey mari mengalahkan waktu, hanya untuk beberapa saat. hal pertama yg ku lakukan yakni bertemu dengan sang raja manusia, kebetulan pada saat itu merupakan janji ku padanya untuk sering mengunjunginya, yahhh minimal lima kali sehari…
Menghabiskan waktu sejenak tuk membongkar tirani..

Seperti biasanya hal yang paling ku senangi yakni mengunjungi serpihan kata yg terbungkus dalam rautan kertas, ada begitu banyak hal yg baru disana yang tak ku ketahui, aku pun mencoba menyapa deretan kata itu. Hmm dibalik kesibukanku berramah tamah dengan deretan kata tersebut, sosoknya begitu liar, ia tak begitu tenang.

Sudut sudut ruangan pun ia datangi hanya untuk menyapa dan melihat kabar deretan yang lain. Aku pun memanggilnya hanya untuk memastikan bahwa dia harus tenang. Mungkin karena ia tak begitu tenang maka aku pun mencoba mengajaknya mengunjungi serpihan kata yang lain, tentunya ditempat peristirahatan kertas yg lain pula.

Pertama-tama ku lakukan setalah ditempat itu yakni membiarkannya begitu liar agar ia bisa beradaptasi dengan susananya. Satu menit, dua menit, tiga menit, hinggah lima menit ku biarkan ia menyalami kabar yang ia ingin salami.

Dan…

Kucoba memilih salah satu dari sekian serpihan kertas, memanggilnya lalu menyarankannya untuk saling berkenalan. Yup dia begitu tenang ketika tlah berkenalan dengan serpihan kertas itu.
Lima menit, sepuluh menit, hingga tiga puluh menit tampaknya kini ia begitu mesra dengan serpihan kata itu, mereka tampak telah berkenalan jauh satu sama lain. AKRAB dengan senyuman menatap serpihan kertas, entah apa yang mereka perbincangkan, itu jadi rahasia mereka tentunya..

Dan malam pun begitu sunyi, ku seret kaki yg mulai lemah ini tuk segera menemukan kepingan-kepingan putih hanya untuk memastikan agar supaya esok dan dipejaman mataku nanti aku dapat tersenyum dan tak menemukan kesulitan.

Yah tempat yg ku pilih yakni sebuah gubuk kecil yg disananya ada begitu banyak cerita bagiku, karena ditempat itu lah tempat favoritku.

Dan malam semakin larut, aku pun tak ingin membiarkannya untuk larut dalam kegelapan malam…

“Waktu masih begitu panjang” gumamku…
Tapi ternyata akhir kata itu salah,

“waktu tlah memusuhi bahkan menghentikan langkah itu” mungkin itu takkan begitu adil…

setahun setelah hari itu

Surat ini kuw tuliskan setahun yang lalu untuk kekasih kuw atau mungkin lebih tepatnya mantan kekasihku. Maaf jika surat ini tiba setelah setahun berlalu, yah aku tlah menyembunyikannya diruang sunyi….

Makassar 10 april 2010, jauh sebelum hari ulang tahun mu

Aku tulis surat ini walaupun mungkin akan sampai sangat terlambat ditangan muw. Aku berharap ini dapat mengobati kesalahan yang telah kuw perbuat dan untuk mengobati rasa rindu yang teramat dalam.
Disaat kau membaca surat ini mungkin aku tidak berada disamping muw, seperti yang kau impikan. Atau mungkin kita sudah tak bersama lagi, kamu dengan yg lain atau aku dengan yg lain. Semua ini sengaja ku perbuat hanya untuk menjawab bagaimana setelah setahun surat ini ku buat.
Namun aku hanya ingin engkau tahu bahwasanya aku selalu memikirkan muw dimana pun dan kapan saja, selama aku masih mampu melihat terang kehidupan. Aku berharap diulang tahun muw ini kau berbahagia dengan segala anugerah yang telah tuhan berikan kepadamu dan tentunya pada saat ini kau sudah menjadi gadis dewasa.
Aku sadari inilah kekurangan kuw, tidak dapat selalu berada disamping muw. Aku dan kau sedang berada ditempat yang berbeda memisahkan, untuk memperjuangkan apa yang akan menjadi bekal esok. Bukan sesuatu hal yang luar biasa namun aku dan kau sedang berbuat sesuatu, dan ku pikir kau akan bangga kepadaku sebagaimana aku padamu.
Ingatlah masih ada tahun-tahun berikutnya. Sementara ini kau harus mempersiapkan dirimu menjadi seseorang gadis dewasa yang kuat dan senantiasa berdoa dan berbuat baik pada sesama serta berbakti kepada orang tua. Janganlah kau berfikir untuk menyelesaikan segala sesuatunya terlalu dini, saatnya pasti akan tiba..
Sekarang kau memiliki kemudahan hidup dizaman yang lain, jangan lupa aku akan selalu menunggu muw ditempat yang suatu saat akan kau kunjungi.
Baiklah peri kecilku, sekali lg aku berharap kau berbahagia diulang tahun muw, maaf atas segala kekurangan kuw dan hanya goresan tinta ini yg dapat kuberikan.
Peluk mesra untuk muw, aku senantiasa memelukmu erat hingga tangan tuhan memisahkan kita. Hingga kapanpun kau tetap bagian hidupku…
U r the solarQueen my ladyrose the saint of my live…
Cium mesra dan peluk erat dari kekasihmuw…..

aku selalu terlambat, terlambat memberikan apa yang seharusnya kuberikan…
Berbahagiahlah dengan balutan senyummu

Tinta tak bernyawa

Jumat, 08 April 2011

Hmmm sebelumnya tulisan ini hanya merupakan tulisan usang penghuni kotak hitam kuw, dan….
Ok lah….

Mulai dengan harapan yg tak kunjung terang, harapan yg tak diharapkan… kuw coba kembali menuangkan sesak ini dalam coretan tinta tak bernyawa.. tinta yg akan selalu mengabadikan saat semuanya usang dimakan waktu…waktu yg akan menjadi saksi bahwa aku pernah hadir diantara mereka…
Inilah aku…
aku yg akan mencoba mengabadikan diriku sendiri dalam tinta tak bernyawa…

Semua ini bersumber dari emosi jiwa yang terpendam jauh dilubuk hati sanubari…yang tak akan pernah sanggup aku sentuh…yang tak akan pernah mampu aku lihat…yang tak akan pernah bisa aku jelajahi….Inilah rintihan hati ini…hati yang telah rapuh…Hati yang telah lelah untuk bertahan…hati yang telah lama menyakiti diri ini..membawa aku selalu dalam keterjerumusan dunia yang hina dina...kesengsaran yang penuh luka putus asa…

Aku hidup disebuah dunia yang gila….gila akan kekuasaan….
dunia yang penuh kegelapan..
tak ada secelah cahaya yang menyinarinya..
Aku disini,sendiri..
hidup dalam sebuah dunia keterasingan…menikmati indahnya kesunyian..
menikmati kekosongan dalam kehampaan..

Aku menjauh dari keramaian yang berisik…dan berteduh di dunia ini..Alasan aku untuk berdiam dan hidup disini adalah untuk memperoleh ketenangan hati…
Ketenangan hati yang tak pernah kuperoleh dari dunia luar sana..

Aku terlahir dari dunia luar sana…dunia dimana kebaikan dan kejahatan..baik dan buruk..bahagia dan kesedihan saling berputar dalam roda kehidupan…

Aku hidup diantara kasih sayang yang memanjakan diriku..dan mengangkat diriku cukup tinggi,,cukup tinggi hingga aku mampu melihat pesona dunia ini…

Namun sejak aku terlahir,,..aku hidup diantara perbedaan yang menjauhkan aku dari yang lain…Perbedaan adalah jurang yang membuat diriku jatuh dalam dendam dan kesedihan yang tak terungkapkan….Memendam semua itu tidaklah mudah,,,..kecemasanku mulai ada kala aku tak lagi mendapatkan kebaikan secara lisan maupun perilaku….Senyuman mereka...tatapan mereka...kata-kata yang keluar dari bibir mereka seakan-akan ingin membuatku terjatuh….Tekanan demi tekanan kualami…dan tekanan itu makin membuat diriku cemas…

Aku mencoba untuk bangkit dari kecemasanku..melupakan perbedaan yang terasa digetir jiwa.. mencoba untuk mengubahnya,,tapi aku tak bisa!!!

Semakin lama aku semakin larut dalam kepedihan..tak bisa dielakan lagi,,jiwa ini telah habis oleh tekanan-tekanan yang datang....Depresi berat melanda diriku..kehancuran hidup telah menyambut diriku..Aku jatuh!!!aku kalah!!!

Aku mengubah hidupku..mengubah diriku!!! aku mencoba membiasakan diri hidup dalam keterasingan dan kesunyian yang pekat..Dan aku tak pernah melihat lagi matahari…

Kekacauan dalam hidupku membuat ku mempelajari dan memahami keindahan sebuah keterasingan dan kesunyian….Darah dingin mengalir dalam tubuhku,,,dan kini aura kematian telah merasuki pikiranku...aku merasa tenang disini,,,aku merasa nyaman dengan semua ini,,dan aku takkan mengubahnya..

Dendam masa lalu membayangi diriku pada masa kini..sakit dan luka masa lalu membekas dalam relung hati,,,mengiris-ngiris hati ini,,,,aku tahu bahwa dendam ini akan menambah penderitaan hidupku,,maka dari itu aku mengurungkan diri dari dunia luar…menutup mataku dari dunia luar,,melupakannya selamanya…

Aku yakin dunia luar sana tidak akan menemukan diriku dan tak kan mampu menembus dinding duniaku…aku rindu akan dunia luar,dunia luar yang melahirkan diriku,,,,namun aku tak bisa kembali,,,,karna itu hanya akan mengulang kenangan pahit masa lalu yang akan membuatku terjatuh lagi…terkadang aku harus diam menjauh dari hiruk pikuk keramaian untuk mencari sahabat sejatiku…terkadang pula aku harus memejamkan mata ditengah cahaya hidup yang membelenggu sukma untuk memahami makna kehidupan yang telah ku arungi…disaat dentang lonceng kematianku telah tiba dan setelah tangan tuhan menjemputku menuju rumah keabadian…

Dari…
sahabat yang terpinggirkan

Catatan harian yang berkhianat

Sabtu, 02 April 2011


Aku takkan sepermurah dengan malam kemarin. Malam ini aku masih dapat tersenyum, dan kemarin pun aku masih ingin tertawa….


Menulis menjadi sesuatu yang begitu menakutkan saya beberapa bulan terakhir ini. Berat rasanya untuk mengangkat pulpen dan menuliskan kalimat-kalimat di atasnya. Jika saya melihat layar putih kertas maya Microsoft word, saya seperti berhadapan dengan makhluk yang sangat menakutkan. Ada kadang keinginan untuk membunuhnya, namun aku selalu kalah. Ini menjadi hal yang begitu membingungkan…

Dan malam ini, saya harus menulis. Ini kewajiban, jika ingin terus hidup. Keuangan saya semakin merosot. Sementara dana sokongan dari kampung halaman tak mungkin diharap lagi. Bukan tidak mungkin, namun telah menjadi haram untuk dilakukan.

Ah, senang juiga rasanya kata-kata mengalir lagi dari jari-jariku yang perlahan mulai lancar mengetik huruf-huruf, nyaris sepuluh jari. Kesenangan terbesar saya adalah saya masih punya keberanian untuk membunuh semua ketakutan saya pada menulis.

Saya harus terus, terus untuk menulis. Satu halaman cukup untuk perayaan pertama membunuh ketakutan dan kemalasan saya yang nyaris menahun itu. Bagaimana tidak, berbulan-bulan sudah saya sembunyi dari diri saya sendiri dan mengadakan pembelaan, bahwa saya hanya sibuk belaka. Terlalu banyak pembelaan, justru membuat saya mati rasa dari rasa bersalah. Dan konsekwensi buruknya adalah saya kehilangan produktifitas. Bukan itu saja. Hal ini, jika dibiarkan terus, akan berakibat fatal pada kehilangan kemampuan untuk menulis. Dan saya tak ingin itu. Jujur.

Dan sekarang, saya akan menulis tiga buah tulisan: satu esai ringan, satu cerpen, dan puisi. Saya harus melakukannya.saya harus menulis. Malam ini. Paham, Dir?

Ayo, terus! Terus menulis, Dir! Sebentar lagi, aliran kata-katamu akan segera sampai di ujung halaman. Kamu harus menang. Kamu harus menang. Kamu harus menang.

Kamu harus menulis lagi. Bukitkan pada banyak orang, bahwa kamu tak hanya pandai bicara masalah kepandaian. Kamu harus buktikan, bahwa kini Dirga kembali menulis lagi. Dan Ia adalah seorang yang akan selalu melahirkan tulisan yang bagus. Tulisan yang akan membuat banyak orang tercengang dan ingin banyak belajar padamu. Kamu harus buktikan semua itu. Maka malam ini, kamu harus buktikan janjimu itu. Oke?

Kubilang juga apa. Kamu sebentar lagi tiba di ujung halaman. Mari, Dir, bernyanyi kita bersama menuju ke sana. Aku adalah pemenang, aku adalah pemenang, aku adalah pemenang atas pertempuran melawan kemalasan dalam diriku.

Ingat, Dir. Seperti kalimat terakhirmu pada penutup materi artikel dan prosa beberapa hari lalu, bahwa menulis seperti berenang di kolam. Sebanyak apapun kau belajar teori tentang berenang, jika kau tak menceburkan diri segera ke kolam, bagaimana kau tahu rasa sebenarnya berenang itu? Begitu juga dengan menulis, sebanyak apapun kau melahap teori dan teknik menulis, jika kau tak juga mengangkat penamu dan menuliskan di kertas, atau menggerakkan jari-jarimu di tuts-tuts keyboard komputermu, maka kau tak akan pernah tahu menulis yang sebenarnya.

Mari, dir! Mari, sebentar lagi kita tiba. Beberapa huruf lagi semuanya tuntas. Bagaimana, apakah kamu telah siap merayakan kemenangan kecilmu ini ? hahaha….tertawalah Dir, tertawalah sepuasnya. Meski hanya selembar ini, namun kamu telah membuktikan bahwa kau tak seburuk yang kau bayangkan. Kau bukanlah pengecut yang berlari dari masalah. Kamu menang, Dir ! kamu menang. Kamu telah tiba. Kamu telah tiba. Kamu telah tiba…

Aku datang
Bagaimana, apakah kau akan menyambutku dengan ramah?
Aku datang, dengan membawa kabar: aku sedang bahagia
Tepatnya, belajar menjadi bahagia

Tak sudi aku menjadi pengecut, penakut
Pada apa yang mesti aku perangi: diriku sendiri
Tak sudi aku, sungguh!

Dan aku benar-benar datang
Untuk kesekian kali, tentu bagimu
Dan aku kini datang
Dengan alasan yang berulang: hendak membunuh kemalasan

Kita Tidak Butuh Mood
Salah satu berhala yang banyak dipuja oleh penulis –apalagi penulis fiksi—adalah mood. Mereka bisa menulis dengan baik kalau sedang mood. Sebaliknya mereka akan berhenti menulis kalau lagi nggak ada mood. Lama-lama mereka dikuasai mood. Mereka menulis atau tidak, tergantung kepada mood atawa suasana hati.
Saya tidak tahu sejak kapan penulis sangat tergantung kepada mood. Begitu tergantungnya sampai-sampai mereka percaya mood sangat menentukan lancar tidaknya menulis. Padahal kitalah yang seharusnya menentukan diri kita sendiri. Kalau kita membiasakan diri untuk menulis kapan saja; dalam suasana gaduh atau tenang, dalam suasana penuh semangat atau dingin tak bergairah, kita akan lebih produktif sekaligus melahirkan tulisan yang lebih berbobot. Satu hal yang harus kita pompakan: menulis karena memang ada yang harus kita sampaikan. Kalau mood sedang tidak bersahabat dengan kita, jangan dikasih hati. Tetaplah menulis. Hajar waktu itu sampai berbabak belur.

OK. Tajamkan pena dan ubahlah dunia dengan tulisanmu!!!

ohhh ia, kemarin salah satu yang ku sebut "dia" mengatakan pada kuw bahwa salah satu dari "dia" menyukai tulisan ku. Terima kasih dan salam pena untuk muw...

dan salah satu "dia" lagi mengatakan pada kuw, bahwa hal ygf kuw lakukan sangatlah murah, dengan men-tag kan kepada mereka tulisan-tulisan kuw. bung ini bukan panggung, kata "dia". ok aku menerima saran muw dan takkan mempublikasikan secara sengaja lagi seluruh hasil pena kuw.

kami, kalian, atau mereka

Kamis, 03 Maret 2011

Aku terlalu kuat untuk mengaduh, aku terlalu lemah diam.
ketika orang berpikir seorang kriminal adalah seorang penjahat , maka sebetulnya dialah yang jahat..

mengapa ?

karena sebetulnya kehidupan jalanan adalah sebuah pilihan ketika situasi ekonomi menghimpit. mungkin kaum yang berpendidikan dan manusia yang kaya rasa merasa risih dan terganggu, sebetulnya dalam jiwa jalanisme mereka terdapat jiwa sosial yang sangat tinggi, mereka tidak segan berbagi untuk sesamanya.

kemiskinan bukan asalan seseorang untuk berbuat jahat, situasi ekonomi memang tidak bisa disalahkan. ketika situasi ekonomi tidak bisa di salahkan sebetulnya seseorang menjadi penjahat juga tidak bisa di salahkan.

keadaan ini bisa di lihat ketika seseorang berbuat jahat untuk sekedar mengangganjal perutnya atau sekedar membeli sebotol minuman untuk melupakan segala kepedihan, rasa ketidak adilan yang mereka peroleh di kehidupan mereka. Tak ada rasa takut mati dalam benak mereka untuk hidup di dunia yang kurang beruntung ini, yang ada di benak mereka “ bagaimana agar supaya kehidupan mereka bisa lebih layak dan lebih di hargai di mata masyarakat”.

Oh betapa indahnya negeri ini, di mana negerinya subur dan makmur ,kaya akan sumber daya alam , dan manusia pribumi yg sedari dulu hanyalah bangsa kuli yang mengais-ngais sisa sisa keserakahan para perambah asing, penguasa yang tidak perduli akan nasib rakyatnya..

hidup di bumi belahan ini serasa tidak adil, ketika orang berlomba mengejar ketertinggalan, kita masih harus di keluhkan dengan pemuda pemuda berandalan yang menjadi gangster (baca; para penguasa) dan menganggu/bahkan membunuh orang yang tidak bersalah.

ketika anak kecil usia wajib sekolah yang seharusnya duduk di bangku sekolah malah mengamen atau bergerombol main game tanpa ada pengawasan ....

masih hangat dibenakku cercaan kata dari seorang pram :
"ketika aku memberikan makanan kepada orang yang sedang kelaparan, dia mengangapku seorang malaikat dan ketika aku tanya siapa penyebab dari semua ini? mereka menuduhku komunis..."

ketika masyarakat membangun rumah tuhan dengan sangat megah sampai manusia yang tidak punya apa apa di bumi ini menjadi sangat malu dan hina untuk sekedar bersujud dan memohon ampunan kepada tuhan. dan ketika bulan puasa pun manusia yang miskin itu tidak merasa keberatan dan sudah merupakan hal yang biasa dalam kehidupannya, terkadang dia hanya makan sekali dalam sehari.
puasa bagi mereka bak pindah waktu makan.

ketika para pendongeng keadilan berbicara di depan para manusia lain seakan dia adalah pembawa pencerahan, berbicara lantang di acara televisi tentang pentingnya ahlak dan semacamnya, mereka hanya jual jasa seperti seorang penyanyi balada menyanyikan lagu lagu syair percintaan untuk anak muda yang di mabuk asmara.

mereka menjual mulutnya dan suaranya untuk memberi makan perutnya,pakaiannya,mobilnya........

betapa indahnya agama di negeri ini.
Lapar tetaplah lapar ,ketika orang lapar butalah akal pikiran nya.

ketika seseorang mencuri maka hukumannya adalah penjara, dan saat itu pula berlipatlah penderitaan manusia ini, di ruang pengap berisi para bandit ,pemerkosa dan pembunuh, serta berbagai macam orang yang kurang beruntung lain nya.
penjara adalah semesta paling purba dalam kehidupan manusia, dimana rasa kebebasan di rampas, rasa kemanusiaan di rampas dan di perkosa habis-habisan…

Oh betapa indahnya negeri kita ini......

ketika orang merayakan hari raya agamanya , berbaju baru, merasa seperti manusia mulia karena saling memaafkan, merasa membayar zakat dan sudah membersihkan hartanya ..
kenapa tidak sekalian berikan rumah mewahmu, mobil mewahmu, segala yang ada di bank dan yang ada di lemarimu..
jadilah engkau menjadi kaum miskin dan tidak punya apa apa, itulah manusia yang baru dilahirkan. menangis tak berdaya ,tidak ada sehelai pakaian pun melekat.

kami anak muda berandalan masa depan negeri ini, ketika kalian menghancurkan impian kami maka kami pun akan menghancurkan impian kalian…
ketika kalian congkak dengan segala kemewahanmu, kami bangga dengan kepalan tangan kami,

ketika kalian menganggap kami virus yang menghancurkan peradabanmu, maka sesungguhnya kamulah yang menghancurkan impian kami untuk bersenang senang di hutan kami, mandi di sungai kami yang jernih....
kau hancurkan mimpi kami dengan bangunan mewahmu, maka ketika kami benci jangan salahkan. kami hanya sekedar melempar kacamu wahai penguasa.

biarlah kami membusuk di penjara ,daripada kebebasan kami di belengu oleh kalian dan hukum dari peradaban kalian..

KAMI ADALAH ANAK TANPA SEJARAH ,ANAK TANPA MASA DEPAN,TAPI KAMI TIDAK PERNAH TAKUT MATI DAN TIDAK PERNAH TAKUT UNTUK MENJALANI HIDUP.

“Kulihat orang-orang terkuat dan terpandai. Kulihat semua potensi ini, dan kulihat itu disia-siakan. Seluruh generasi memompa gas, menunggu meja, atau jadi budak berdasi. Iklan membuat kita mengejar mobil dan pakaian, mengerjakan pekerjaan yang kita benci supaya kita bisa membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan. Kita adalah anak-anak sejarah, tanpa tujuan atau tempat. Tak ada perang besar, tak ada depresi besar. Perang besar kita adalah perang spiritual. Depresi besar kita adalah hidup kita sendiri. Kita dibesarkan untuk percaya suatu hari jadi jutawan dan bintang rock, tapi sebenarnya tidak. Dan kita mempelajari fakta itu dan kita menjadi sangat marah." , pesan dari seorang sahabat




Semoga Semua tetap tersenyum, semoga semua selalu damai, tentram didalam selimut kebahagiaan...

salam hembusan nafas untuk mereka yang berada disampingmu

tulisan ini juga dipublikasikan di http://www.facebook.com/dirgasirajuddin

Aungan Macan untuk Sang SAPI

Kamis, 10 Februari 2011

Hahahaha….
(lebih keras lagi)Hahahahahahahahahaha…
(dan lebih keras lagi) hahahahahahahahahaha…
Izinkan saya tertawa sebelum mengukirkan fenomena ini, jika anda pun menginginkannya, SILAHKAN !!!! karena tertawa merupakan pengintrepretasian jiwa terhadap apa yang tengah dirasakan oleh subjeknya.
Keadilan, kebersamaan, kebesaran, kesopanan, dan entah apapun pemanis bibir yang selalu terdengengung resah dilorong hitam daun telingaku…
Kini, sekarang, esok, nanti, dan kemarin atau bahkan dua hari yang lalu, tiga hari yang lalu, sepuluh ataupun dua puluh tahun yang lalu Itu selalu menjadi mukjizat bagi mereka para pendongeng keadilan, pemimpi kesucian, pecandu kedamaian untuk sebuah kebesaran ego…
Hey, pernah kalian mendengar “negeri para bedebah” ? atau mungkin “INDONESIA”, hmmm lebih tepatnya “INDON SIAL” ?
Yahhh sebuah tempat dimana kau akan menemukan BHINEKA TUNGGAL IKA, berbeda beda namun tetap satu, satu seragam akan semuanya…
“INDO”, secara harafiah bugis dia akan bermakna Ibu, atau pun induk
“NE”, yang merupakan bahasa serapan dari negeri saudara yang jauh disana, INDIA. Dalam bahasa India NE atau lebih akrab dengan “NEHI” bermakna tidak
“SIA”, dalam EYD menggambarkan sesuatu yang tidak berguna atau dalam bahasa kerennya kadang disebut “USELESS” yang kemudian jika diperhadapkan dengan sebuah subjek, maka subjek itu akan dinamakan “FOOL”
INDONESIA, ibu (Negara selaku induk dari penghuninya) yang tidak berguna atau mungkin lebih tepatnya INDOFOOL, sama seperti INDOFOOD yang tak bergizi yang merupakan salah satu makanan pokok di INDOFOOL atau pun INDONESIA.
INDOFOOD, makanan yang diberikan ibu (Negara) kepada penghuninya agar mereka menjadi “NE” yang kemudian bermetamorfosa menjadi “SIA” dan pada akhirnya akan bermuara pada “FOOL”
Lantas apa lagi setelah itu ? cukupkah sampai disitu ?
TIDAK…

Dia kemudian akan ber evolusi menjadi INDON SIAL
INDON, dalam bahasa melayu akan bermakna budak dan SIAL, dalam EYD dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana subjek tidak akan mendapat nasib yang baik/tidak beruntung, dan dalam bahasa kerennya kita menyebutnya UNLUCK yang takkan ter-UNLOCK, suatu kondisi yang terus terselimuti ***L yang lama kelamaan membuat para penghuninya “UNNEK” (baca ENNEK)
Hey, apakah kalian pernah meliat lambing suci dari negeri itu ?
GARUDA, terpampang vulgar dan megah dibalik tiraian kain MERAH dan PUTIH yang menyelimutinya dengan bangga.
GARUDA, melambangkan sebuah kebesaran, kejantanan, kebuasan sebuah burung yang mempunyai kaki yang kokoh serta taji dan kuku yang tajam (setajam silet), yang siap menerkam siapa saja yang coba untuk mengganggunya. Dua buah sayapnya yang lebar yang bermandikan emas melambangkan sebuah kekayaan yang dimilikinya, kepala burung garuda yang menghadap kanan melambangkan sebuah kejujuran, atau apapun itu yang berkaitan dengan kebaikan.
MERAH, dalam hemat penulis mencerminkan sebuah keberanian, ketegasan, dan (tolong bantu saya memaknai MERAH) dan PUTIH, melambangkan sebuah kesucian, kebersihan, keindahan.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..sejenak berfikir
Apa yang kalian lihat sekarang ? apa yang kau rasakan sekarang ?
Masih relevan kah ? hmmmm mungkin apa yang ada dibenak kalian sama persis denganku atau mungkin berbeda !!!! yah sudahlah semua itu hanya kemewahan yang tak berguna, yang justru membuat kita larut beronani terhadap semua kemewahan itu.

SAPI, bisakah kalian mengintrepretasikan pemaknaannya ketika diperhadapkan dengan sebuah subjek ? yah entah itu individu, kumpulan individu (Negara).
SAPI, pemaknaan untuk sebuah kemalasan, kebodohan, korban (qurban, selalu menjadi korban untuk menghidupi manusia(Negara)/dijadikan santapan nikmat)), kekotoran (seperti mandi tedong).
Lantas, kemana baiknya kita mengalamatkan SAPI tersebut ?
Kalau saya mengatakan, bahwasanya aku, kamu, dan mereka yg hidup dinegeri ini pantas, bagaimana ?
Kalian masih ingatkan BHINEKA TUNGGAL IKA ?
Tak peduli kalian professor, pejabat, petani, guru, pengusaha, seniman dll, walaupun kita berbeda-beda namun tetap satu jua, diselimuti oleh satu INDON SIAL.
Yah walaupun kita mempunyai begitu banyak symbol-simbol yang terbaik, tapi itu DISFUNGSIONAL dan tak beriringan dengan realita apalah artinya ?

Hey pernah kalian melihat lambang Negara lain yang juga hanya menggunakan warna MERAH PUTIH ? yang tentunya negeri itu lebih hebat dari negeri kita, saking hebatnya garuda pun tak bisa berbuat banyak ketika berhadapan dengannya.
Penulis memanggilnya dengan sebutan MACAN.
Binatang yang dianggap buas, memiliki totol hitam yang menambah nilai buas hewan tersebut. Mengaung tatkala ia menemukan musuh dan melihat mahkluk asing didepannya. Mencakar, mencabik, denngan peluhnya sendiri. Menghantam apapun yang menjadi titik sasaran dalam benaknya.
Dia begitu jantan dan berani, tak sedikit pun terbesit ketakutan dan keraguan yang ada didalamnya. Dialah yang menjadi julukan JEPANG selama ini, JEPANG sang MACAN ASIA. MACAN bukan sekedar MACAN, dan itu bukanlah isapan jempol belaka ataupun kata-kata kiasan yang biasa terbaca untuk melambangkan sesuatu.

Semoga Semua tetap tersenyum, semoga semua selalu damai, tentram didalam selimut kebahagiaan.

atas nama perubahan ke arah yang lebih baik dan bentuk tanggapan atas tulisan ini “Kiat Tepat Hadapi Kritik” maka saya melakukan perubahan ini demi sodara-sodari semua…

tulisan ini saya dedikasikan khusus buat kalian agar supaya merasa sedikit risih dan terketuk pintu hatinya…mudah-mudahan saja kalian semua yang mengerti bisa berubah ke arah yang lebih baik demi stabilitas negara ,ketuhanan yang mahas esa,kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia,perdamaian dunia,kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan keadilan sosial…amin?

tulisan ini juga dipublikasikan di http://www.facebook.com/dirgasirajuddin
 

Lorem

Ipsum

Dolor