Surat ini kuw tuliskan setahun yang lalu untuk kekasih kuw atau mungkin lebih tepatnya mantan kekasihku. Maaf jika surat ini tiba setelah setahun berlalu, yah aku tlah menyembunyikannya diruang sunyi….
Makassar 10 april 2010, jauh sebelum hari ulang tahun mu
Aku tulis surat ini walaupun mungkin akan sampai sangat terlambat ditangan muw. Aku berharap ini dapat mengobati kesalahan yang telah kuw perbuat dan untuk mengobati rasa rindu yang teramat dalam.
Disaat kau membaca surat ini mungkin aku tidak berada disamping muw, seperti yang kau impikan. Atau mungkin kita sudah tak bersama lagi, kamu dengan yg lain atau aku dengan yg lain. Semua ini sengaja ku perbuat hanya untuk menjawab bagaimana setelah setahun surat ini ku buat.
Namun aku hanya ingin engkau tahu bahwasanya aku selalu memikirkan muw dimana pun dan kapan saja, selama aku masih mampu melihat terang kehidupan. Aku berharap diulang tahun muw ini kau berbahagia dengan segala anugerah yang telah tuhan berikan kepadamu dan tentunya pada saat ini kau sudah menjadi gadis dewasa.
Aku sadari inilah kekurangan kuw, tidak dapat selalu berada disamping muw. Aku dan kau sedang berada ditempat yang berbeda memisahkan, untuk memperjuangkan apa yang akan menjadi bekal esok. Bukan sesuatu hal yang luar biasa namun aku dan kau sedang berbuat sesuatu, dan ku pikir kau akan bangga kepadaku sebagaimana aku padamu.
Ingatlah masih ada tahun-tahun berikutnya. Sementara ini kau harus mempersiapkan dirimu menjadi seseorang gadis dewasa yang kuat dan senantiasa berdoa dan berbuat baik pada sesama serta berbakti kepada orang tua. Janganlah kau berfikir untuk menyelesaikan segala sesuatunya terlalu dini, saatnya pasti akan tiba..
Sekarang kau memiliki kemudahan hidup dizaman yang lain, jangan lupa aku akan selalu menunggu muw ditempat yang suatu saat akan kau kunjungi.
Baiklah peri kecilku, sekali lg aku berharap kau berbahagia diulang tahun muw, maaf atas segala kekurangan kuw dan hanya goresan tinta ini yg dapat kuberikan.
Peluk mesra untuk muw, aku senantiasa memelukmu erat hingga tangan tuhan memisahkan kita. Hingga kapanpun kau tetap bagian hidupku…
U r the solarQueen my ladyrose the saint of my live…
Cium mesra dan peluk erat dari kekasihmuw…..
aku selalu terlambat, terlambat memberikan apa yang seharusnya kuberikan…
Berbahagiahlah dengan balutan senyummu
setahun setelah hari itu
Sabtu, 09 April 2011
Diposting oleh
Dirgasme
di
4/09/2011 01:22:00 AM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Tinta tak bernyawa
Jumat, 08 April 2011
Hmmm sebelumnya tulisan ini hanya merupakan tulisan usang penghuni kotak hitam kuw, dan….
Ok lah….
Mulai dengan harapan yg tak kunjung terang, harapan yg tak diharapkan… kuw coba kembali menuangkan sesak ini dalam coretan tinta tak bernyawa.. tinta yg akan selalu mengabadikan saat semuanya usang dimakan waktu…waktu yg akan menjadi saksi bahwa aku pernah hadir diantara mereka…
Inilah aku…
aku yg akan mencoba mengabadikan diriku sendiri dalam tinta tak bernyawa…
Semua ini bersumber dari emosi jiwa yang terpendam jauh dilubuk hati sanubari…yang tak akan pernah sanggup aku sentuh…yang tak akan pernah mampu aku lihat…yang tak akan pernah bisa aku jelajahi….Inilah rintihan hati ini…hati yang telah rapuh…Hati yang telah lelah untuk bertahan…hati yang telah lama menyakiti diri ini..membawa aku selalu dalam keterjerumusan dunia yang hina dina...kesengsaran yang penuh luka putus asa…
Aku hidup disebuah dunia yang gila….gila akan kekuasaan….
dunia yang penuh kegelapan..
tak ada secelah cahaya yang menyinarinya..
Aku disini,sendiri..
hidup dalam sebuah dunia keterasingan…menikmati indahnya kesunyian..
menikmati kekosongan dalam kehampaan..
Aku menjauh dari keramaian yang berisik…dan berteduh di dunia ini..Alasan aku untuk berdiam dan hidup disini adalah untuk memperoleh ketenangan hati…
Ketenangan hati yang tak pernah kuperoleh dari dunia luar sana..
Aku terlahir dari dunia luar sana…dunia dimana kebaikan dan kejahatan..baik dan buruk..bahagia dan kesedihan saling berputar dalam roda kehidupan…
Aku hidup diantara kasih sayang yang memanjakan diriku..dan mengangkat diriku cukup tinggi,,cukup tinggi hingga aku mampu melihat pesona dunia ini…
Namun sejak aku terlahir,,..aku hidup diantara perbedaan yang menjauhkan aku dari yang lain…Perbedaan adalah jurang yang membuat diriku jatuh dalam dendam dan kesedihan yang tak terungkapkan….Memendam semua itu tidaklah mudah,,,..kecemasanku mulai ada kala aku tak lagi mendapatkan kebaikan secara lisan maupun perilaku….Senyuman mereka...tatapan mereka...kata-kata yang keluar dari bibir mereka seakan-akan ingin membuatku terjatuh….Tekanan demi tekanan kualami…dan tekanan itu makin membuat diriku cemas…
Aku mencoba untuk bangkit dari kecemasanku..melupakan perbedaan yang terasa digetir jiwa.. mencoba untuk mengubahnya,,tapi aku tak bisa!!!
Semakin lama aku semakin larut dalam kepedihan..tak bisa dielakan lagi,,jiwa ini telah habis oleh tekanan-tekanan yang datang....Depresi berat melanda diriku..kehancuran hidup telah menyambut diriku..Aku jatuh!!!aku kalah!!!
Aku mengubah hidupku..mengubah diriku!!! aku mencoba membiasakan diri hidup dalam keterasingan dan kesunyian yang pekat..Dan aku tak pernah melihat lagi matahari…
Kekacauan dalam hidupku membuat ku mempelajari dan memahami keindahan sebuah keterasingan dan kesunyian….Darah dingin mengalir dalam tubuhku,,,dan kini aura kematian telah merasuki pikiranku...aku merasa tenang disini,,,aku merasa nyaman dengan semua ini,,dan aku takkan mengubahnya..
Dendam masa lalu membayangi diriku pada masa kini..sakit dan luka masa lalu membekas dalam relung hati,,,mengiris-ngiris hati ini,,,,aku tahu bahwa dendam ini akan menambah penderitaan hidupku,,maka dari itu aku mengurungkan diri dari dunia luar…menutup mataku dari dunia luar,,melupakannya selamanya…
Aku yakin dunia luar sana tidak akan menemukan diriku dan tak kan mampu menembus dinding duniaku…aku rindu akan dunia luar,dunia luar yang melahirkan diriku,,,,namun aku tak bisa kembali,,,,karna itu hanya akan mengulang kenangan pahit masa lalu yang akan membuatku terjatuh lagi…terkadang aku harus diam menjauh dari hiruk pikuk keramaian untuk mencari sahabat sejatiku…terkadang pula aku harus memejamkan mata ditengah cahaya hidup yang membelenggu sukma untuk memahami makna kehidupan yang telah ku arungi…disaat dentang lonceng kematianku telah tiba dan setelah tangan tuhan menjemputku menuju rumah keabadian…
Dari…
sahabat yang terpinggirkan
Ok lah….
Mulai dengan harapan yg tak kunjung terang, harapan yg tak diharapkan… kuw coba kembali menuangkan sesak ini dalam coretan tinta tak bernyawa.. tinta yg akan selalu mengabadikan saat semuanya usang dimakan waktu…waktu yg akan menjadi saksi bahwa aku pernah hadir diantara mereka…
Inilah aku…
aku yg akan mencoba mengabadikan diriku sendiri dalam tinta tak bernyawa…
Semua ini bersumber dari emosi jiwa yang terpendam jauh dilubuk hati sanubari…yang tak akan pernah sanggup aku sentuh…yang tak akan pernah mampu aku lihat…yang tak akan pernah bisa aku jelajahi….Inilah rintihan hati ini…hati yang telah rapuh…Hati yang telah lelah untuk bertahan…hati yang telah lama menyakiti diri ini..membawa aku selalu dalam keterjerumusan dunia yang hina dina...kesengsaran yang penuh luka putus asa…
Aku hidup disebuah dunia yang gila….gila akan kekuasaan….
dunia yang penuh kegelapan..
tak ada secelah cahaya yang menyinarinya..
Aku disini,sendiri..
hidup dalam sebuah dunia keterasingan…menikmati indahnya kesunyian..
menikmati kekosongan dalam kehampaan..
Aku menjauh dari keramaian yang berisik…dan berteduh di dunia ini..Alasan aku untuk berdiam dan hidup disini adalah untuk memperoleh ketenangan hati…
Ketenangan hati yang tak pernah kuperoleh dari dunia luar sana..
Aku terlahir dari dunia luar sana…dunia dimana kebaikan dan kejahatan..baik dan buruk..bahagia dan kesedihan saling berputar dalam roda kehidupan…
Aku hidup diantara kasih sayang yang memanjakan diriku..dan mengangkat diriku cukup tinggi,,cukup tinggi hingga aku mampu melihat pesona dunia ini…
Namun sejak aku terlahir,,..aku hidup diantara perbedaan yang menjauhkan aku dari yang lain…Perbedaan adalah jurang yang membuat diriku jatuh dalam dendam dan kesedihan yang tak terungkapkan….Memendam semua itu tidaklah mudah,,,..kecemasanku mulai ada kala aku tak lagi mendapatkan kebaikan secara lisan maupun perilaku….Senyuman mereka...tatapan mereka...kata-kata yang keluar dari bibir mereka seakan-akan ingin membuatku terjatuh….Tekanan demi tekanan kualami…dan tekanan itu makin membuat diriku cemas…
Aku mencoba untuk bangkit dari kecemasanku..melupakan perbedaan yang terasa digetir jiwa.. mencoba untuk mengubahnya,,tapi aku tak bisa!!!
Semakin lama aku semakin larut dalam kepedihan..tak bisa dielakan lagi,,jiwa ini telah habis oleh tekanan-tekanan yang datang....Depresi berat melanda diriku..kehancuran hidup telah menyambut diriku..Aku jatuh!!!aku kalah!!!
Aku mengubah hidupku..mengubah diriku!!! aku mencoba membiasakan diri hidup dalam keterasingan dan kesunyian yang pekat..Dan aku tak pernah melihat lagi matahari…
Kekacauan dalam hidupku membuat ku mempelajari dan memahami keindahan sebuah keterasingan dan kesunyian….Darah dingin mengalir dalam tubuhku,,,dan kini aura kematian telah merasuki pikiranku...aku merasa tenang disini,,,aku merasa nyaman dengan semua ini,,dan aku takkan mengubahnya..
Dendam masa lalu membayangi diriku pada masa kini..sakit dan luka masa lalu membekas dalam relung hati,,,mengiris-ngiris hati ini,,,,aku tahu bahwa dendam ini akan menambah penderitaan hidupku,,maka dari itu aku mengurungkan diri dari dunia luar…menutup mataku dari dunia luar,,melupakannya selamanya…
Aku yakin dunia luar sana tidak akan menemukan diriku dan tak kan mampu menembus dinding duniaku…aku rindu akan dunia luar,dunia luar yang melahirkan diriku,,,,namun aku tak bisa kembali,,,,karna itu hanya akan mengulang kenangan pahit masa lalu yang akan membuatku terjatuh lagi…terkadang aku harus diam menjauh dari hiruk pikuk keramaian untuk mencari sahabat sejatiku…terkadang pula aku harus memejamkan mata ditengah cahaya hidup yang membelenggu sukma untuk memahami makna kehidupan yang telah ku arungi…disaat dentang lonceng kematianku telah tiba dan setelah tangan tuhan menjemputku menuju rumah keabadian…
Dari…
sahabat yang terpinggirkan
Diposting oleh
Dirgasme
di
4/08/2011 05:47:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Catatan harian yang berkhianat
Sabtu, 02 April 2011
Aku takkan sepermurah dengan malam kemarin. Malam ini aku masih dapat tersenyum, dan kemarin pun aku masih ingin tertawa….
Menulis menjadi sesuatu yang begitu menakutkan saya beberapa bulan terakhir ini. Berat rasanya untuk mengangkat pulpen dan menuliskan kalimat-kalimat di atasnya. Jika saya melihat layar putih kertas maya Microsoft word, saya seperti berhadapan dengan makhluk yang sangat menakutkan. Ada kadang keinginan untuk membunuhnya, namun aku selalu kalah. Ini menjadi hal yang begitu membingungkan…
Dan malam ini, saya harus menulis. Ini kewajiban, jika ingin terus hidup. Keuangan saya semakin merosot. Sementara dana sokongan dari kampung halaman tak mungkin diharap lagi. Bukan tidak mungkin, namun telah menjadi haram untuk dilakukan.
Ah, senang juiga rasanya kata-kata mengalir lagi dari jari-jariku yang perlahan mulai lancar mengetik huruf-huruf, nyaris sepuluh jari. Kesenangan terbesar saya adalah saya masih punya keberanian untuk membunuh semua ketakutan saya pada menulis.
Saya harus terus, terus untuk menulis. Satu halaman cukup untuk perayaan pertama membunuh ketakutan dan kemalasan saya yang nyaris menahun itu. Bagaimana tidak, berbulan-bulan sudah saya sembunyi dari diri saya sendiri dan mengadakan pembelaan, bahwa saya hanya sibuk belaka. Terlalu banyak pembelaan, justru membuat saya mati rasa dari rasa bersalah. Dan konsekwensi buruknya adalah saya kehilangan produktifitas. Bukan itu saja. Hal ini, jika dibiarkan terus, akan berakibat fatal pada kehilangan kemampuan untuk menulis. Dan saya tak ingin itu. Jujur.
Dan sekarang, saya akan menulis tiga buah tulisan: satu esai ringan, satu cerpen, dan puisi. Saya harus melakukannya.saya harus menulis. Malam ini. Paham, Dir?
Ayo, terus! Terus menulis, Dir! Sebentar lagi, aliran kata-katamu akan segera sampai di ujung halaman. Kamu harus menang. Kamu harus menang. Kamu harus menang.
Kamu harus menulis lagi. Bukitkan pada banyak orang, bahwa kamu tak hanya pandai bicara masalah kepandaian. Kamu harus buktikan, bahwa kini Dirga kembali menulis lagi. Dan Ia adalah seorang yang akan selalu melahirkan tulisan yang bagus. Tulisan yang akan membuat banyak orang tercengang dan ingin banyak belajar padamu. Kamu harus buktikan semua itu. Maka malam ini, kamu harus buktikan janjimu itu. Oke?
Kubilang juga apa. Kamu sebentar lagi tiba di ujung halaman. Mari, Dir, bernyanyi kita bersama menuju ke sana. Aku adalah pemenang, aku adalah pemenang, aku adalah pemenang atas pertempuran melawan kemalasan dalam diriku.
Ingat, Dir. Seperti kalimat terakhirmu pada penutup materi artikel dan prosa beberapa hari lalu, bahwa menulis seperti berenang di kolam. Sebanyak apapun kau belajar teori tentang berenang, jika kau tak menceburkan diri segera ke kolam, bagaimana kau tahu rasa sebenarnya berenang itu? Begitu juga dengan menulis, sebanyak apapun kau melahap teori dan teknik menulis, jika kau tak juga mengangkat penamu dan menuliskan di kertas, atau menggerakkan jari-jarimu di tuts-tuts keyboard komputermu, maka kau tak akan pernah tahu menulis yang sebenarnya.
Mari, dir! Mari, sebentar lagi kita tiba. Beberapa huruf lagi semuanya tuntas. Bagaimana, apakah kamu telah siap merayakan kemenangan kecilmu ini ? hahaha….tertawalah Dir, tertawalah sepuasnya. Meski hanya selembar ini, namun kamu telah membuktikan bahwa kau tak seburuk yang kau bayangkan. Kau bukanlah pengecut yang berlari dari masalah. Kamu menang, Dir ! kamu menang. Kamu telah tiba. Kamu telah tiba. Kamu telah tiba…
Aku datang
Bagaimana, apakah kau akan menyambutku dengan ramah?
Aku datang, dengan membawa kabar: aku sedang bahagia
Tepatnya, belajar menjadi bahagia
Tak sudi aku menjadi pengecut, penakut
Pada apa yang mesti aku perangi: diriku sendiri
Tak sudi aku, sungguh!
Dan aku benar-benar datang
Untuk kesekian kali, tentu bagimu
Dan aku kini datang
Dengan alasan yang berulang: hendak membunuh kemalasan
Kita Tidak Butuh Mood
Salah satu berhala yang banyak dipuja oleh penulis –apalagi penulis fiksi—adalah mood. Mereka bisa menulis dengan baik kalau sedang mood. Sebaliknya mereka akan berhenti menulis kalau lagi nggak ada mood. Lama-lama mereka dikuasai mood. Mereka menulis atau tidak, tergantung kepada mood atawa suasana hati.
Saya tidak tahu sejak kapan penulis sangat tergantung kepada mood. Begitu tergantungnya sampai-sampai mereka percaya mood sangat menentukan lancar tidaknya menulis. Padahal kitalah yang seharusnya menentukan diri kita sendiri. Kalau kita membiasakan diri untuk menulis kapan saja; dalam suasana gaduh atau tenang, dalam suasana penuh semangat atau dingin tak bergairah, kita akan lebih produktif sekaligus melahirkan tulisan yang lebih berbobot. Satu hal yang harus kita pompakan: menulis karena memang ada yang harus kita sampaikan. Kalau mood sedang tidak bersahabat dengan kita, jangan dikasih hati. Tetaplah menulis. Hajar waktu itu sampai berbabak belur.
OK. Tajamkan pena dan ubahlah dunia dengan tulisanmu!!!
ohhh ia, kemarin salah satu yang ku sebut "dia" mengatakan pada kuw bahwa salah satu dari "dia" menyukai tulisan ku. Terima kasih dan salam pena untuk muw...
dan salah satu "dia" lagi mengatakan pada kuw, bahwa hal ygf kuw lakukan sangatlah murah, dengan men-tag kan kepada mereka tulisan-tulisan kuw. bung ini bukan panggung, kata "dia". ok aku menerima saran muw dan takkan mempublikasikan secara sengaja lagi seluruh hasil pena kuw.
Diposting oleh
Dirgasme
di
4/02/2011 11:54:00 PM
3
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
kami, kalian, atau mereka
Kamis, 03 Maret 2011
Aku terlalu kuat untuk mengaduh, aku terlalu lemah diam.
ketika orang berpikir seorang kriminal adalah seorang penjahat , maka sebetulnya dialah yang jahat..
mengapa ?
karena sebetulnya kehidupan jalanan adalah sebuah pilihan ketika situasi ekonomi menghimpit. mungkin kaum yang berpendidikan dan manusia yang kaya rasa merasa risih dan terganggu, sebetulnya dalam jiwa jalanisme mereka terdapat jiwa sosial yang sangat tinggi, mereka tidak segan berbagi untuk sesamanya.
kemiskinan bukan asalan seseorang untuk berbuat jahat, situasi ekonomi memang tidak bisa disalahkan. ketika situasi ekonomi tidak bisa di salahkan sebetulnya seseorang menjadi penjahat juga tidak bisa di salahkan.
keadaan ini bisa di lihat ketika seseorang berbuat jahat untuk sekedar mengangganjal perutnya atau sekedar membeli sebotol minuman untuk melupakan segala kepedihan, rasa ketidak adilan yang mereka peroleh di kehidupan mereka. Tak ada rasa takut mati dalam benak mereka untuk hidup di dunia yang kurang beruntung ini, yang ada di benak mereka “ bagaimana agar supaya kehidupan mereka bisa lebih layak dan lebih di hargai di mata masyarakat”.
Oh betapa indahnya negeri ini, di mana negerinya subur dan makmur ,kaya akan sumber daya alam , dan manusia pribumi yg sedari dulu hanyalah bangsa kuli yang mengais-ngais sisa sisa keserakahan para perambah asing, penguasa yang tidak perduli akan nasib rakyatnya..
hidup di bumi belahan ini serasa tidak adil, ketika orang berlomba mengejar ketertinggalan, kita masih harus di keluhkan dengan pemuda pemuda berandalan yang menjadi gangster (baca; para penguasa) dan menganggu/bahkan membunuh orang yang tidak bersalah.
ketika anak kecil usia wajib sekolah yang seharusnya duduk di bangku sekolah malah mengamen atau bergerombol main game tanpa ada pengawasan ....
masih hangat dibenakku cercaan kata dari seorang pram :
"ketika aku memberikan makanan kepada orang yang sedang kelaparan, dia mengangapku seorang malaikat dan ketika aku tanya siapa penyebab dari semua ini? mereka menuduhku komunis..."
ketika masyarakat membangun rumah tuhan dengan sangat megah sampai manusia yang tidak punya apa apa di bumi ini menjadi sangat malu dan hina untuk sekedar bersujud dan memohon ampunan kepada tuhan. dan ketika bulan puasa pun manusia yang miskin itu tidak merasa keberatan dan sudah merupakan hal yang biasa dalam kehidupannya, terkadang dia hanya makan sekali dalam sehari.
puasa bagi mereka bak pindah waktu makan.
ketika para pendongeng keadilan berbicara di depan para manusia lain seakan dia adalah pembawa pencerahan, berbicara lantang di acara televisi tentang pentingnya ahlak dan semacamnya, mereka hanya jual jasa seperti seorang penyanyi balada menyanyikan lagu lagu syair percintaan untuk anak muda yang di mabuk asmara.
mereka menjual mulutnya dan suaranya untuk memberi makan perutnya,pakaiannya,mobilnya........
betapa indahnya agama di negeri ini.
Lapar tetaplah lapar ,ketika orang lapar butalah akal pikiran nya.
ketika seseorang mencuri maka hukumannya adalah penjara, dan saat itu pula berlipatlah penderitaan manusia ini, di ruang pengap berisi para bandit ,pemerkosa dan pembunuh, serta berbagai macam orang yang kurang beruntung lain nya.
penjara adalah semesta paling purba dalam kehidupan manusia, dimana rasa kebebasan di rampas, rasa kemanusiaan di rampas dan di perkosa habis-habisan…
Oh betapa indahnya negeri kita ini......
ketika orang merayakan hari raya agamanya , berbaju baru, merasa seperti manusia mulia karena saling memaafkan, merasa membayar zakat dan sudah membersihkan hartanya ..
kenapa tidak sekalian berikan rumah mewahmu, mobil mewahmu, segala yang ada di bank dan yang ada di lemarimu..
jadilah engkau menjadi kaum miskin dan tidak punya apa apa, itulah manusia yang baru dilahirkan. menangis tak berdaya ,tidak ada sehelai pakaian pun melekat.
kami anak muda berandalan masa depan negeri ini, ketika kalian menghancurkan impian kami maka kami pun akan menghancurkan impian kalian…
ketika kalian congkak dengan segala kemewahanmu, kami bangga dengan kepalan tangan kami,
ketika kalian menganggap kami virus yang menghancurkan peradabanmu, maka sesungguhnya kamulah yang menghancurkan impian kami untuk bersenang senang di hutan kami, mandi di sungai kami yang jernih....
kau hancurkan mimpi kami dengan bangunan mewahmu, maka ketika kami benci jangan salahkan. kami hanya sekedar melempar kacamu wahai penguasa.
biarlah kami membusuk di penjara ,daripada kebebasan kami di belengu oleh kalian dan hukum dari peradaban kalian..
KAMI ADALAH ANAK TANPA SEJARAH ,ANAK TANPA MASA DEPAN,TAPI KAMI TIDAK PERNAH TAKUT MATI DAN TIDAK PERNAH TAKUT UNTUK MENJALANI HIDUP.
“Kulihat orang-orang terkuat dan terpandai. Kulihat semua potensi ini, dan kulihat itu disia-siakan. Seluruh generasi memompa gas, menunggu meja, atau jadi budak berdasi. Iklan membuat kita mengejar mobil dan pakaian, mengerjakan pekerjaan yang kita benci supaya kita bisa membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan. Kita adalah anak-anak sejarah, tanpa tujuan atau tempat. Tak ada perang besar, tak ada depresi besar. Perang besar kita adalah perang spiritual. Depresi besar kita adalah hidup kita sendiri. Kita dibesarkan untuk percaya suatu hari jadi jutawan dan bintang rock, tapi sebenarnya tidak. Dan kita mempelajari fakta itu dan kita menjadi sangat marah." , pesan dari seorang sahabat
Semoga Semua tetap tersenyum, semoga semua selalu damai, tentram didalam selimut kebahagiaan...
salam hembusan nafas untuk mereka yang berada disampingmu
tulisan ini juga dipublikasikan di http://www.facebook.com/dirgasirajuddin
ketika orang berpikir seorang kriminal adalah seorang penjahat , maka sebetulnya dialah yang jahat..
mengapa ?
karena sebetulnya kehidupan jalanan adalah sebuah pilihan ketika situasi ekonomi menghimpit. mungkin kaum yang berpendidikan dan manusia yang kaya rasa merasa risih dan terganggu, sebetulnya dalam jiwa jalanisme mereka terdapat jiwa sosial yang sangat tinggi, mereka tidak segan berbagi untuk sesamanya.
kemiskinan bukan asalan seseorang untuk berbuat jahat, situasi ekonomi memang tidak bisa disalahkan. ketika situasi ekonomi tidak bisa di salahkan sebetulnya seseorang menjadi penjahat juga tidak bisa di salahkan.
keadaan ini bisa di lihat ketika seseorang berbuat jahat untuk sekedar mengangganjal perutnya atau sekedar membeli sebotol minuman untuk melupakan segala kepedihan, rasa ketidak adilan yang mereka peroleh di kehidupan mereka. Tak ada rasa takut mati dalam benak mereka untuk hidup di dunia yang kurang beruntung ini, yang ada di benak mereka “ bagaimana agar supaya kehidupan mereka bisa lebih layak dan lebih di hargai di mata masyarakat”.
Oh betapa indahnya negeri ini, di mana negerinya subur dan makmur ,kaya akan sumber daya alam , dan manusia pribumi yg sedari dulu hanyalah bangsa kuli yang mengais-ngais sisa sisa keserakahan para perambah asing, penguasa yang tidak perduli akan nasib rakyatnya..
hidup di bumi belahan ini serasa tidak adil, ketika orang berlomba mengejar ketertinggalan, kita masih harus di keluhkan dengan pemuda pemuda berandalan yang menjadi gangster (baca; para penguasa) dan menganggu/bahkan membunuh orang yang tidak bersalah.
ketika anak kecil usia wajib sekolah yang seharusnya duduk di bangku sekolah malah mengamen atau bergerombol main game tanpa ada pengawasan ....
masih hangat dibenakku cercaan kata dari seorang pram :
"ketika aku memberikan makanan kepada orang yang sedang kelaparan, dia mengangapku seorang malaikat dan ketika aku tanya siapa penyebab dari semua ini? mereka menuduhku komunis..."
ketika masyarakat membangun rumah tuhan dengan sangat megah sampai manusia yang tidak punya apa apa di bumi ini menjadi sangat malu dan hina untuk sekedar bersujud dan memohon ampunan kepada tuhan. dan ketika bulan puasa pun manusia yang miskin itu tidak merasa keberatan dan sudah merupakan hal yang biasa dalam kehidupannya, terkadang dia hanya makan sekali dalam sehari.
puasa bagi mereka bak pindah waktu makan.
ketika para pendongeng keadilan berbicara di depan para manusia lain seakan dia adalah pembawa pencerahan, berbicara lantang di acara televisi tentang pentingnya ahlak dan semacamnya, mereka hanya jual jasa seperti seorang penyanyi balada menyanyikan lagu lagu syair percintaan untuk anak muda yang di mabuk asmara.
mereka menjual mulutnya dan suaranya untuk memberi makan perutnya,pakaiannya,mobilnya........
betapa indahnya agama di negeri ini.
Lapar tetaplah lapar ,ketika orang lapar butalah akal pikiran nya.
ketika seseorang mencuri maka hukumannya adalah penjara, dan saat itu pula berlipatlah penderitaan manusia ini, di ruang pengap berisi para bandit ,pemerkosa dan pembunuh, serta berbagai macam orang yang kurang beruntung lain nya.
penjara adalah semesta paling purba dalam kehidupan manusia, dimana rasa kebebasan di rampas, rasa kemanusiaan di rampas dan di perkosa habis-habisan…
Oh betapa indahnya negeri kita ini......
ketika orang merayakan hari raya agamanya , berbaju baru, merasa seperti manusia mulia karena saling memaafkan, merasa membayar zakat dan sudah membersihkan hartanya ..
kenapa tidak sekalian berikan rumah mewahmu, mobil mewahmu, segala yang ada di bank dan yang ada di lemarimu..
jadilah engkau menjadi kaum miskin dan tidak punya apa apa, itulah manusia yang baru dilahirkan. menangis tak berdaya ,tidak ada sehelai pakaian pun melekat.
kami anak muda berandalan masa depan negeri ini, ketika kalian menghancurkan impian kami maka kami pun akan menghancurkan impian kalian…
ketika kalian congkak dengan segala kemewahanmu, kami bangga dengan kepalan tangan kami,
ketika kalian menganggap kami virus yang menghancurkan peradabanmu, maka sesungguhnya kamulah yang menghancurkan impian kami untuk bersenang senang di hutan kami, mandi di sungai kami yang jernih....
kau hancurkan mimpi kami dengan bangunan mewahmu, maka ketika kami benci jangan salahkan. kami hanya sekedar melempar kacamu wahai penguasa.
biarlah kami membusuk di penjara ,daripada kebebasan kami di belengu oleh kalian dan hukum dari peradaban kalian..
KAMI ADALAH ANAK TANPA SEJARAH ,ANAK TANPA MASA DEPAN,TAPI KAMI TIDAK PERNAH TAKUT MATI DAN TIDAK PERNAH TAKUT UNTUK MENJALANI HIDUP.
“Kulihat orang-orang terkuat dan terpandai. Kulihat semua potensi ini, dan kulihat itu disia-siakan. Seluruh generasi memompa gas, menunggu meja, atau jadi budak berdasi. Iklan membuat kita mengejar mobil dan pakaian, mengerjakan pekerjaan yang kita benci supaya kita bisa membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan. Kita adalah anak-anak sejarah, tanpa tujuan atau tempat. Tak ada perang besar, tak ada depresi besar. Perang besar kita adalah perang spiritual. Depresi besar kita adalah hidup kita sendiri. Kita dibesarkan untuk percaya suatu hari jadi jutawan dan bintang rock, tapi sebenarnya tidak. Dan kita mempelajari fakta itu dan kita menjadi sangat marah." , pesan dari seorang sahabat
Semoga Semua tetap tersenyum, semoga semua selalu damai, tentram didalam selimut kebahagiaan...
salam hembusan nafas untuk mereka yang berada disampingmu
tulisan ini juga dipublikasikan di http://www.facebook.com/dirgasirajuddin
Diposting oleh
Dirgasme
di
3/03/2011 01:57:00 PM
2
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Aungan Macan untuk Sang SAPI
Kamis, 10 Februari 2011
Hahahaha….
(lebih keras lagi)Hahahahahahahahahaha…
(dan lebih keras lagi) hahahahahahahahahaha…
Izinkan saya tertawa sebelum mengukirkan fenomena ini, jika anda pun menginginkannya, SILAHKAN !!!! karena tertawa merupakan pengintrepretasian jiwa terhadap apa yang tengah dirasakan oleh subjeknya.
Keadilan, kebersamaan, kebesaran, kesopanan, dan entah apapun pemanis bibir yang selalu terdengengung resah dilorong hitam daun telingaku…
Kini, sekarang, esok, nanti, dan kemarin atau bahkan dua hari yang lalu, tiga hari yang lalu, sepuluh ataupun dua puluh tahun yang lalu Itu selalu menjadi mukjizat bagi mereka para pendongeng keadilan, pemimpi kesucian, pecandu kedamaian untuk sebuah kebesaran ego…
Hey, pernah kalian mendengar “negeri para bedebah” ? atau mungkin “INDONESIA”, hmmm lebih tepatnya “INDON SIAL” ?
Yahhh sebuah tempat dimana kau akan menemukan BHINEKA TUNGGAL IKA, berbeda beda namun tetap satu, satu seragam akan semuanya…
“INDO”, secara harafiah bugis dia akan bermakna Ibu, atau pun induk
“NE”, yang merupakan bahasa serapan dari negeri saudara yang jauh disana, INDIA. Dalam bahasa India NE atau lebih akrab dengan “NEHI” bermakna tidak
“SIA”, dalam EYD menggambarkan sesuatu yang tidak berguna atau dalam bahasa kerennya kadang disebut “USELESS” yang kemudian jika diperhadapkan dengan sebuah subjek, maka subjek itu akan dinamakan “FOOL”
INDONESIA, ibu (Negara selaku induk dari penghuninya) yang tidak berguna atau mungkin lebih tepatnya INDOFOOL, sama seperti INDOFOOD yang tak bergizi yang merupakan salah satu makanan pokok di INDOFOOL atau pun INDONESIA.
INDOFOOD, makanan yang diberikan ibu (Negara) kepada penghuninya agar mereka menjadi “NE” yang kemudian bermetamorfosa menjadi “SIA” dan pada akhirnya akan bermuara pada “FOOL”
Lantas apa lagi setelah itu ? cukupkah sampai disitu ?
TIDAK…
Dia kemudian akan ber evolusi menjadi INDON SIAL
INDON, dalam bahasa melayu akan bermakna budak dan SIAL, dalam EYD dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana subjek tidak akan mendapat nasib yang baik/tidak beruntung, dan dalam bahasa kerennya kita menyebutnya UNLUCK yang takkan ter-UNLOCK, suatu kondisi yang terus terselimuti ***L yang lama kelamaan membuat para penghuninya “UNNEK” (baca ENNEK)
Hey, apakah kalian pernah meliat lambing suci dari negeri itu ?
GARUDA, terpampang vulgar dan megah dibalik tiraian kain MERAH dan PUTIH yang menyelimutinya dengan bangga.
GARUDA, melambangkan sebuah kebesaran, kejantanan, kebuasan sebuah burung yang mempunyai kaki yang kokoh serta taji dan kuku yang tajam (setajam silet), yang siap menerkam siapa saja yang coba untuk mengganggunya. Dua buah sayapnya yang lebar yang bermandikan emas melambangkan sebuah kekayaan yang dimilikinya, kepala burung garuda yang menghadap kanan melambangkan sebuah kejujuran, atau apapun itu yang berkaitan dengan kebaikan.
MERAH, dalam hemat penulis mencerminkan sebuah keberanian, ketegasan, dan (tolong bantu saya memaknai MERAH) dan PUTIH, melambangkan sebuah kesucian, kebersihan, keindahan.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..sejenak berfikir
Apa yang kalian lihat sekarang ? apa yang kau rasakan sekarang ?
Masih relevan kah ? hmmmm mungkin apa yang ada dibenak kalian sama persis denganku atau mungkin berbeda !!!! yah sudahlah semua itu hanya kemewahan yang tak berguna, yang justru membuat kita larut beronani terhadap semua kemewahan itu.
SAPI, bisakah kalian mengintrepretasikan pemaknaannya ketika diperhadapkan dengan sebuah subjek ? yah entah itu individu, kumpulan individu (Negara).
SAPI, pemaknaan untuk sebuah kemalasan, kebodohan, korban (qurban, selalu menjadi korban untuk menghidupi manusia(Negara)/dijadikan santapan nikmat)), kekotoran (seperti mandi tedong).
Lantas, kemana baiknya kita mengalamatkan SAPI tersebut ?
Kalau saya mengatakan, bahwasanya aku, kamu, dan mereka yg hidup dinegeri ini pantas, bagaimana ?
Kalian masih ingatkan BHINEKA TUNGGAL IKA ?
Tak peduli kalian professor, pejabat, petani, guru, pengusaha, seniman dll, walaupun kita berbeda-beda namun tetap satu jua, diselimuti oleh satu INDON SIAL.
Yah walaupun kita mempunyai begitu banyak symbol-simbol yang terbaik, tapi itu DISFUNGSIONAL dan tak beriringan dengan realita apalah artinya ?
Hey pernah kalian melihat lambang Negara lain yang juga hanya menggunakan warna MERAH PUTIH ? yang tentunya negeri itu lebih hebat dari negeri kita, saking hebatnya garuda pun tak bisa berbuat banyak ketika berhadapan dengannya.
Penulis memanggilnya dengan sebutan MACAN.
Binatang yang dianggap buas, memiliki totol hitam yang menambah nilai buas hewan tersebut. Mengaung tatkala ia menemukan musuh dan melihat mahkluk asing didepannya. Mencakar, mencabik, denngan peluhnya sendiri. Menghantam apapun yang menjadi titik sasaran dalam benaknya.
Dia begitu jantan dan berani, tak sedikit pun terbesit ketakutan dan keraguan yang ada didalamnya. Dialah yang menjadi julukan JEPANG selama ini, JEPANG sang MACAN ASIA. MACAN bukan sekedar MACAN, dan itu bukanlah isapan jempol belaka ataupun kata-kata kiasan yang biasa terbaca untuk melambangkan sesuatu.
Semoga Semua tetap tersenyum, semoga semua selalu damai, tentram didalam selimut kebahagiaan.
atas nama perubahan ke arah yang lebih baik dan bentuk tanggapan atas tulisan ini “Kiat Tepat Hadapi Kritik” maka saya melakukan perubahan ini demi sodara-sodari semua…
tulisan ini saya dedikasikan khusus buat kalian agar supaya merasa sedikit risih dan terketuk pintu hatinya…mudah-mudahan saja kalian semua yang mengerti bisa berubah ke arah yang lebih baik demi stabilitas negara ,ketuhanan yang mahas esa,kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia,perdamaian dunia,kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan keadilan sosial…amin?
tulisan ini juga dipublikasikan di http://www.facebook.com/dirgasirajuddin
(lebih keras lagi)Hahahahahahahahahaha…
(dan lebih keras lagi) hahahahahahahahahaha…
Izinkan saya tertawa sebelum mengukirkan fenomena ini, jika anda pun menginginkannya, SILAHKAN !!!! karena tertawa merupakan pengintrepretasian jiwa terhadap apa yang tengah dirasakan oleh subjeknya.
Keadilan, kebersamaan, kebesaran, kesopanan, dan entah apapun pemanis bibir yang selalu terdengengung resah dilorong hitam daun telingaku…
Kini, sekarang, esok, nanti, dan kemarin atau bahkan dua hari yang lalu, tiga hari yang lalu, sepuluh ataupun dua puluh tahun yang lalu Itu selalu menjadi mukjizat bagi mereka para pendongeng keadilan, pemimpi kesucian, pecandu kedamaian untuk sebuah kebesaran ego…
Hey, pernah kalian mendengar “negeri para bedebah” ? atau mungkin “INDONESIA”, hmmm lebih tepatnya “INDON SIAL” ?
Yahhh sebuah tempat dimana kau akan menemukan BHINEKA TUNGGAL IKA, berbeda beda namun tetap satu, satu seragam akan semuanya…
“INDO”, secara harafiah bugis dia akan bermakna Ibu, atau pun induk
“NE”, yang merupakan bahasa serapan dari negeri saudara yang jauh disana, INDIA. Dalam bahasa India NE atau lebih akrab dengan “NEHI” bermakna tidak
“SIA”, dalam EYD menggambarkan sesuatu yang tidak berguna atau dalam bahasa kerennya kadang disebut “USELESS” yang kemudian jika diperhadapkan dengan sebuah subjek, maka subjek itu akan dinamakan “FOOL”
INDONESIA, ibu (Negara selaku induk dari penghuninya) yang tidak berguna atau mungkin lebih tepatnya INDOFOOL, sama seperti INDOFOOD yang tak bergizi yang merupakan salah satu makanan pokok di INDOFOOL atau pun INDONESIA.
INDOFOOD, makanan yang diberikan ibu (Negara) kepada penghuninya agar mereka menjadi “NE” yang kemudian bermetamorfosa menjadi “SIA” dan pada akhirnya akan bermuara pada “FOOL”
Lantas apa lagi setelah itu ? cukupkah sampai disitu ?
TIDAK…
Dia kemudian akan ber evolusi menjadi INDON SIAL
INDON, dalam bahasa melayu akan bermakna budak dan SIAL, dalam EYD dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana subjek tidak akan mendapat nasib yang baik/tidak beruntung, dan dalam bahasa kerennya kita menyebutnya UNLUCK yang takkan ter-UNLOCK, suatu kondisi yang terus terselimuti ***L yang lama kelamaan membuat para penghuninya “UNNEK” (baca ENNEK)
Hey, apakah kalian pernah meliat lambing suci dari negeri itu ?
GARUDA, terpampang vulgar dan megah dibalik tiraian kain MERAH dan PUTIH yang menyelimutinya dengan bangga.
GARUDA, melambangkan sebuah kebesaran, kejantanan, kebuasan sebuah burung yang mempunyai kaki yang kokoh serta taji dan kuku yang tajam (setajam silet), yang siap menerkam siapa saja yang coba untuk mengganggunya. Dua buah sayapnya yang lebar yang bermandikan emas melambangkan sebuah kekayaan yang dimilikinya, kepala burung garuda yang menghadap kanan melambangkan sebuah kejujuran, atau apapun itu yang berkaitan dengan kebaikan.
MERAH, dalam hemat penulis mencerminkan sebuah keberanian, ketegasan, dan (tolong bantu saya memaknai MERAH) dan PUTIH, melambangkan sebuah kesucian, kebersihan, keindahan.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..sejenak berfikir
Apa yang kalian lihat sekarang ? apa yang kau rasakan sekarang ?
Masih relevan kah ? hmmmm mungkin apa yang ada dibenak kalian sama persis denganku atau mungkin berbeda !!!! yah sudahlah semua itu hanya kemewahan yang tak berguna, yang justru membuat kita larut beronani terhadap semua kemewahan itu.
SAPI, bisakah kalian mengintrepretasikan pemaknaannya ketika diperhadapkan dengan sebuah subjek ? yah entah itu individu, kumpulan individu (Negara).
SAPI, pemaknaan untuk sebuah kemalasan, kebodohan, korban (qurban, selalu menjadi korban untuk menghidupi manusia(Negara)/dijadikan santapan nikmat)), kekotoran (seperti mandi tedong).
Lantas, kemana baiknya kita mengalamatkan SAPI tersebut ?
Kalau saya mengatakan, bahwasanya aku, kamu, dan mereka yg hidup dinegeri ini pantas, bagaimana ?
Kalian masih ingatkan BHINEKA TUNGGAL IKA ?
Tak peduli kalian professor, pejabat, petani, guru, pengusaha, seniman dll, walaupun kita berbeda-beda namun tetap satu jua, diselimuti oleh satu INDON SIAL.
Yah walaupun kita mempunyai begitu banyak symbol-simbol yang terbaik, tapi itu DISFUNGSIONAL dan tak beriringan dengan realita apalah artinya ?
Hey pernah kalian melihat lambang Negara lain yang juga hanya menggunakan warna MERAH PUTIH ? yang tentunya negeri itu lebih hebat dari negeri kita, saking hebatnya garuda pun tak bisa berbuat banyak ketika berhadapan dengannya.
Penulis memanggilnya dengan sebutan MACAN.
Binatang yang dianggap buas, memiliki totol hitam yang menambah nilai buas hewan tersebut. Mengaung tatkala ia menemukan musuh dan melihat mahkluk asing didepannya. Mencakar, mencabik, denngan peluhnya sendiri. Menghantam apapun yang menjadi titik sasaran dalam benaknya.
Dia begitu jantan dan berani, tak sedikit pun terbesit ketakutan dan keraguan yang ada didalamnya. Dialah yang menjadi julukan JEPANG selama ini, JEPANG sang MACAN ASIA. MACAN bukan sekedar MACAN, dan itu bukanlah isapan jempol belaka ataupun kata-kata kiasan yang biasa terbaca untuk melambangkan sesuatu.
Semoga Semua tetap tersenyum, semoga semua selalu damai, tentram didalam selimut kebahagiaan.
atas nama perubahan ke arah yang lebih baik dan bentuk tanggapan atas tulisan ini “Kiat Tepat Hadapi Kritik” maka saya melakukan perubahan ini demi sodara-sodari semua…
tulisan ini saya dedikasikan khusus buat kalian agar supaya merasa sedikit risih dan terketuk pintu hatinya…mudah-mudahan saja kalian semua yang mengerti bisa berubah ke arah yang lebih baik demi stabilitas negara ,ketuhanan yang mahas esa,kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia,perdamaian dunia,kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan keadilan sosial…amin?
tulisan ini juga dipublikasikan di http://www.facebook.com/dirgasirajuddin
Diposting oleh
Dirgasme
di
2/10/2011 01:25:00 AM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
kehangatan waktu
Rabu, 02 Februari 2011
Ditengah kesunyian malam kuw coba merangkai kata untukmuw…
Selamat malam, ibu !!!
Atau mungkin selamat pagi, siang, sore, atau kapan pun ibu membaca tulisan ini. Itu pun seandainya saja surat ini sampai ke telapak tangan ibu. Jujur, tulisan ini memang tak kuw alamat kan padamu, karena apalah arti tulisan word ini jika sanya hendak dibandingkan dengan kasih sayang muw. Selain itu, saya juga ingin minta maaf karena tak memberi tahu terlebih dahulu kepada muw kalau sanya aku hendak membuat coretan tangan ini. Itu pun kalau ini masih bisa disebut coretan tangan.
Ibu, masih ingat kah kau kapan kita, maksud saya, saya, adik, kakak, dan ayah makan bersama didampingi canda tawa itu ? sepertinya sudah banyak yang kita laslui. Dan saya juga sepertinya sudah tak bisa mengingatnya. Setelah melalui berbagai konflik bathin, saya putuskan mengutarakan semuanya kepadamu.
Ada beberapa hal yang membuat saya tertegun, dan terlalu indah untuk tak kuw sampaikan kepada yang lain. Saat memasuki bulan ramadhan menyambut bulan nan suci, ibu memilih untuk tak mengenakan pakaian baru seperti lazimnya, hanya untuk agar anak-anak muw dapat mengenakan pakaian baru dan agar supaya mereka tak berkecil hati dengan teman-teman sebayanya.
Saat hidangan rejeki diatas meja makan yang begitu lahap untuk disantap, ibu memilih untuk tak memakannya dan menunggu anak-anakmu pulang dari sekolah untuk menyantapnya.
“ibu sudah kenyang nak”
Kata-kata itu menyentuh hatiku. Dengan segala kondisi, kau tetap bisa berbohong dan tersenyum untuk kebahagiaan anak-anakmu.
Saat kuw mulai dewasa dan melanjutkan pendidikan disalah satu SMA favorit dikotaku, yang kemudian aku mengecewakan muw hingga membuat ibu harus mondar-mandir menemui guru pembimbing akibat kenakalankuw, dank au pun tetap tersenyum dan tak sekalipun rona kekecewaan kau hadapkan padku. Saya belum pernah melihat orang setegar ibu, dan saya salut padamu, bu !!!
Mungkin, saya tak akan pernah bisa melupakan kasih sayang muw (dan itu pasti). Ibu adalah seseorang yang m,emiliki sebuah prinsip teguh tentang kesabaran dan ketabahan. Juga keikhlasan dan rasa syukur. Ibu tak pernah mengeluh untuk setiap cobaan yang datang menerpa padamu (keluarga). Hal itulah yang menurut saya jarang ditemui dalam diri saya pribadi.
Ibu selalu rendah hati, tapi tidak rendah diri. Ibu selalu mencoba untuk tetap tegar dan menatap dunia dengan sudut yang berbeda. Mencoba terus mengarungi waktu walaupun kadang banyak orang yang memandang sebelah mata padamu.
Inu, kalau saya bisa, saya ingin selalu terus berada dalam dekapan muw, saya ingin terus bersamamu meskipun kuw tahu waktu tak pernah sepakat untuk hal itu.
Saya tak tahu apakah ibu akan senang kalau tulisan ini sampai kepadamu. Tapi, yang pasti saya tahu, kalau otang yang pertama membaca tulisan ini (selain saya sendiri), tentunya bukan ibu. Saya tak perlu khawatir kemana kelak tulisan ini akan bermuara, yah mungkin dari tulisan ke tulisan (copy paste) yang dilakukan orang lain, atau mungkin tulisan ini hanya akan mampir diblog pribadiku. Tapi yahhh itu bukan lah sesuatu hal yang penting !!
Saya tak tahu apakah tulisan ini akan sampai ketangan ibu. Kuw harap, siapa pun anda yang membaca tulisan ini, tolong sampaikan tulisan ini pada ibuku, agar ia mengetahuinya, agar ia mengetahui perasaan kuw padanya.
Tolong katakana pada beliau, dia akan selalu hidup disetiap aliran darahku sebagai seorang yang sangat berjasa dan kuw kagumi.
Kalau memang ibu membaca tulisan ini kelak, kuw hanya ingin mengatakan aku selalu menyayangi muw, bu!!, seperti ibu yang selalu menyayangiku.
Terima kasih byank kukatupkan kedua tanagn kuw dihadapan muw…
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada anda yang meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ini.
Sampaikan salam dan hormat kuw pada ibu muwdirumah….
Yaaaahhh Semoga Semua tetap tersenyum, semoga semua selalu damai, tentram didalam selimut kebahagiaan
Makassar 1 february 2011
tulisan ini juga dipublikasikan di http://www.facebook.com/dirgasirajuddin
Selamat malam, ibu !!!
Atau mungkin selamat pagi, siang, sore, atau kapan pun ibu membaca tulisan ini. Itu pun seandainya saja surat ini sampai ke telapak tangan ibu. Jujur, tulisan ini memang tak kuw alamat kan padamu, karena apalah arti tulisan word ini jika sanya hendak dibandingkan dengan kasih sayang muw. Selain itu, saya juga ingin minta maaf karena tak memberi tahu terlebih dahulu kepada muw kalau sanya aku hendak membuat coretan tangan ini. Itu pun kalau ini masih bisa disebut coretan tangan.
Ibu, masih ingat kah kau kapan kita, maksud saya, saya, adik, kakak, dan ayah makan bersama didampingi canda tawa itu ? sepertinya sudah banyak yang kita laslui. Dan saya juga sepertinya sudah tak bisa mengingatnya. Setelah melalui berbagai konflik bathin, saya putuskan mengutarakan semuanya kepadamu.
Ada beberapa hal yang membuat saya tertegun, dan terlalu indah untuk tak kuw sampaikan kepada yang lain. Saat memasuki bulan ramadhan menyambut bulan nan suci, ibu memilih untuk tak mengenakan pakaian baru seperti lazimnya, hanya untuk agar anak-anak muw dapat mengenakan pakaian baru dan agar supaya mereka tak berkecil hati dengan teman-teman sebayanya.
Saat hidangan rejeki diatas meja makan yang begitu lahap untuk disantap, ibu memilih untuk tak memakannya dan menunggu anak-anakmu pulang dari sekolah untuk menyantapnya.
“ibu sudah kenyang nak”
Kata-kata itu menyentuh hatiku. Dengan segala kondisi, kau tetap bisa berbohong dan tersenyum untuk kebahagiaan anak-anakmu.
Saat kuw mulai dewasa dan melanjutkan pendidikan disalah satu SMA favorit dikotaku, yang kemudian aku mengecewakan muw hingga membuat ibu harus mondar-mandir menemui guru pembimbing akibat kenakalankuw, dank au pun tetap tersenyum dan tak sekalipun rona kekecewaan kau hadapkan padku. Saya belum pernah melihat orang setegar ibu, dan saya salut padamu, bu !!!
Mungkin, saya tak akan pernah bisa melupakan kasih sayang muw (dan itu pasti). Ibu adalah seseorang yang m,emiliki sebuah prinsip teguh tentang kesabaran dan ketabahan. Juga keikhlasan dan rasa syukur. Ibu tak pernah mengeluh untuk setiap cobaan yang datang menerpa padamu (keluarga). Hal itulah yang menurut saya jarang ditemui dalam diri saya pribadi.
Ibu selalu rendah hati, tapi tidak rendah diri. Ibu selalu mencoba untuk tetap tegar dan menatap dunia dengan sudut yang berbeda. Mencoba terus mengarungi waktu walaupun kadang banyak orang yang memandang sebelah mata padamu.
Inu, kalau saya bisa, saya ingin selalu terus berada dalam dekapan muw, saya ingin terus bersamamu meskipun kuw tahu waktu tak pernah sepakat untuk hal itu.
Saya tak tahu apakah ibu akan senang kalau tulisan ini sampai kepadamu. Tapi, yang pasti saya tahu, kalau otang yang pertama membaca tulisan ini (selain saya sendiri), tentunya bukan ibu. Saya tak perlu khawatir kemana kelak tulisan ini akan bermuara, yah mungkin dari tulisan ke tulisan (copy paste) yang dilakukan orang lain, atau mungkin tulisan ini hanya akan mampir diblog pribadiku. Tapi yahhh itu bukan lah sesuatu hal yang penting !!
Saya tak tahu apakah tulisan ini akan sampai ketangan ibu. Kuw harap, siapa pun anda yang membaca tulisan ini, tolong sampaikan tulisan ini pada ibuku, agar ia mengetahuinya, agar ia mengetahui perasaan kuw padanya.
Tolong katakana pada beliau, dia akan selalu hidup disetiap aliran darahku sebagai seorang yang sangat berjasa dan kuw kagumi.
Kalau memang ibu membaca tulisan ini kelak, kuw hanya ingin mengatakan aku selalu menyayangi muw, bu!!, seperti ibu yang selalu menyayangiku.
Terima kasih byank kukatupkan kedua tanagn kuw dihadapan muw…
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada anda yang meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ini.
Sampaikan salam dan hormat kuw pada ibu muwdirumah….
Yaaaahhh Semoga Semua tetap tersenyum, semoga semua selalu damai, tentram didalam selimut kebahagiaan
Makassar 1 february 2011
tulisan ini juga dipublikasikan di http://www.facebook.com/dirgasirajuddin
Diposting oleh
Dirgasme
di
2/02/2011 01:53:00 AM
2
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Sepatah Kata Tentangnya
Selasa, 01 Februari 2011
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................Mam..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................Ma..........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Makassar, 31 januari 2011
Pandang sebuah foto usang, dimana semua tertawa ria. Terharu hati ingin mengenang, akan tulusnya kasih sayang, darimu….
Maafkan aku tak pernah bisa untuk membalas semua cinta. (arilasso’s lyrics)
Makassar, 31 januari 2011
Pandang sebuah foto usang, dimana semua tertawa ria. Terharu hati ingin mengenang, akan tulusnya kasih sayang, darimu….
Maafkan aku tak pernah bisa untuk membalas semua cinta. (arilasso’s lyrics)
Diposting oleh
Dirgasme
di
2/01/2011 12:58:00 AM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
amnesia budaya
Senin, 17 Januari 2011
Malam penuh kegelisahan menemaniku sesaat kuw mulai menulis tulisan ini. Berhubung coretan tangan yg tlah kuw rangkai dikertas lenyap entah kemana….
Dengan penuh kesesalan aku pun harus menulis kembali ide yg tlah tertuang dikertas itu…
Ok…
Seperti biasanya kuw selalu memulainya dengan hal hal biasa yg kuw alami.
13 januari menjelang fajar menampakkan cahayanya, kuw mulai beranjak meninggalkan kebisingan kota menuju sebuah desa yang letaknya ±16 jam perjalanan via darat untuk menghadiri acara perkawinan adik bungsu dari orang tua kuw. Sesampai disana awalnya biasa saja, canda tawa yang dirangkul oleh hangatnya sebuah kekeluargaan, namun perlahan hal biasa tersebutlah yang membuatkuw dapat mempelkajari sesuatu yg tidak biasa.
Yaaaaahhhh aku merasakan sesuatu yang lebih baik disini, sesuatu yang lebih indah disbanding tempat kuw berdomisili, tempat dimana penuh akan kebisingan, individualis, keserakahan, dan segala bentuk ketidak-adilan yg tlah merusak nilai-nilai kehidupan. (subyektif penulis)
Ok, memang kecenderungan SDM didesa itu jauh lebih rendah disbanding tempat kuw berdomisili, namun hal tersebutlah yang menyadarkankuw akan sesuatu hal, sesuatu yg bari kuw sadari….
KOLEKTIVITAS
Yahhhh mereka menuhankannya, mereka menjunjung tinggi hal tersebut, tak ada yg paling berharga dari hal tersebut. Tentunya ini sangat berbanding terbalik ditempatku berdomisili.
Yahhhh mereka pada umumnya berprofesi sebagai petani yg kerjanya hanya berladang disawah, dimana mereka menaruhkan hidupnya pada alam bukan pada persaingan yg menuju keterasingan status, seperti yang kuw ilhami dari tempat kuw berdomisili…
Yahhhh disana segala sesuatunya bercampur menjadi satu, tidak peduli PNS, pejabat, guru, kontraktor, buruh, pengangguran berbaur menjadi stu. Tidak peduli dengan status social, tak ada yang diatas tak ada yg dibawah. Tidak peduli dengan segala symbol-simbol social perbudakan tersebut.
Aku bangga berasal dari desa tersebut, desa yg dipenuhi dengan petani, desa yg menurut kuw masih suci dari globalisasi (seperti yg sering kalian gembor-gembor kan)
Aku bangga dididik dan dibesarkan dari keluarga petani, setidaknya mereka mendidik kuw untuk menjadi seorang padi, tidak seperti tempatkuw berdomisili, yang sebagian besar dididik untuk menjadi seorang kaleng yang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik, dan BUKAN berlomba-lomba menjadi yang berguna…
Kalian tahu bagaimana benih padi itu menjadi sebuah nasi yang bergizi ?
Kalian tahu bagaimana benih padi itu menjadi tanaman padi ?
Yahhhh seperti itulah aku dituntun hidup, mereka memilih yg terbaik diantara banyak pilihan tempat kuw berpijar, hanya untuk memastikan aku menapakkan kaki ditanah yg subur, ditanah yang dapat memberiku sumber-simber pengetahuan bak hujan yg setia menyiraminya…
Kalian tahu bagaimana padi-padi itu menjadi beras yang unggul ?
Seperti itulah aku dididik, mereka menyekolahkan aku disekolah yg dapat memberikankuw ilmu bukan disekolah yg dapat memberikanku kemewahan hidup, memberikan kuw kemudahan. Mereka menganggapku bagaikan tunas yg tumbuh, yang diberi pupuk unggulan dirawat, diajar dengan penuh perasaan, dan tentunya bukan dengan selebaran kertas yang memiliki angka nominal .
Kalian tahu bagaimana beras-beras itu menjadi nasi yang kalian konsumsi ?
Yaaahhh seperti itu pula lah cara mereka meramu kuw, dibilas dari keserakahan duniawi, direbus agar kuw terhindar dari sikap individualis, hingga akhirnya mereka mengukuskuw untuk menjadi pribadi yang benar-benar matang, matang untuk disajikan dikehidupan nyata…
Yahhh walaupun terkadang beras-beras itu pula lah yg menghidupi para tirani ditempatkuw berdomisili, tirani yang justru menjadi boomerang bagi mereka.
Kuw tak tahu mengapa sgala sesuatunya menjadi seperti sekarang ini (Ishmael question?)
Bukan kah smakin tinggi pendidikan suatu kaum maka smakin baik pula lah kehidupannya…
TAPI ????
Yaaaahhh Semoga Semua tetap tersenyum, semoga semua selalu damai, tentram didalam selimut kebahagiaan.
atas nama perubahan ke arah yang lebih baik dan bentuk tanggapan atas tulisan kuw “Kiat Tepat Hadapi Kritik” maka saya melakukan perubahan ini demi sodara-sodari semua…
tulisan ini saya dedikasikan khusus buat kalian agar supaya merasa sedikit risih dan terketuk pintu hatinya…mudah-mudahan saja kalian semua yang mengerti bisa berubah ke arah yang lebih baik demi…amin?
Tulisan ini juga di publikasikan di hhttp://www.facebook.com/dirgasirajuddin
Ohhh ia, saat kuw mulai menulis dunia disekitarkuw tenga diramaikan dengan lagu “andai aku jadi gayus”
hahahahahahahahahahaha
Dengan penuh kesesalan aku pun harus menulis kembali ide yg tlah tertuang dikertas itu…
Ok…
Seperti biasanya kuw selalu memulainya dengan hal hal biasa yg kuw alami.
13 januari menjelang fajar menampakkan cahayanya, kuw mulai beranjak meninggalkan kebisingan kota menuju sebuah desa yang letaknya ±16 jam perjalanan via darat untuk menghadiri acara perkawinan adik bungsu dari orang tua kuw. Sesampai disana awalnya biasa saja, canda tawa yang dirangkul oleh hangatnya sebuah kekeluargaan, namun perlahan hal biasa tersebutlah yang membuatkuw dapat mempelkajari sesuatu yg tidak biasa.
Yaaaaahhhh aku merasakan sesuatu yang lebih baik disini, sesuatu yang lebih indah disbanding tempat kuw berdomisili, tempat dimana penuh akan kebisingan, individualis, keserakahan, dan segala bentuk ketidak-adilan yg tlah merusak nilai-nilai kehidupan. (subyektif penulis)
Ok, memang kecenderungan SDM didesa itu jauh lebih rendah disbanding tempat kuw berdomisili, namun hal tersebutlah yang menyadarkankuw akan sesuatu hal, sesuatu yg bari kuw sadari….
KOLEKTIVITAS
Yahhhh mereka menuhankannya, mereka menjunjung tinggi hal tersebut, tak ada yg paling berharga dari hal tersebut. Tentunya ini sangat berbanding terbalik ditempatku berdomisili.
Yahhhh mereka pada umumnya berprofesi sebagai petani yg kerjanya hanya berladang disawah, dimana mereka menaruhkan hidupnya pada alam bukan pada persaingan yg menuju keterasingan status, seperti yang kuw ilhami dari tempat kuw berdomisili…
Yahhhh disana segala sesuatunya bercampur menjadi satu, tidak peduli PNS, pejabat, guru, kontraktor, buruh, pengangguran berbaur menjadi stu. Tidak peduli dengan status social, tak ada yang diatas tak ada yg dibawah. Tidak peduli dengan segala symbol-simbol social perbudakan tersebut.
Aku bangga berasal dari desa tersebut, desa yg dipenuhi dengan petani, desa yg menurut kuw masih suci dari globalisasi (seperti yg sering kalian gembor-gembor kan)
Aku bangga dididik dan dibesarkan dari keluarga petani, setidaknya mereka mendidik kuw untuk menjadi seorang padi, tidak seperti tempatkuw berdomisili, yang sebagian besar dididik untuk menjadi seorang kaleng yang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik, dan BUKAN berlomba-lomba menjadi yang berguna…
Kalian tahu bagaimana benih padi itu menjadi sebuah nasi yang bergizi ?
Kalian tahu bagaimana benih padi itu menjadi tanaman padi ?
Yahhhh seperti itulah aku dituntun hidup, mereka memilih yg terbaik diantara banyak pilihan tempat kuw berpijar, hanya untuk memastikan aku menapakkan kaki ditanah yg subur, ditanah yang dapat memberiku sumber-simber pengetahuan bak hujan yg setia menyiraminya…
Kalian tahu bagaimana padi-padi itu menjadi beras yang unggul ?
Seperti itulah aku dididik, mereka menyekolahkan aku disekolah yg dapat memberikankuw ilmu bukan disekolah yg dapat memberikanku kemewahan hidup, memberikan kuw kemudahan. Mereka menganggapku bagaikan tunas yg tumbuh, yang diberi pupuk unggulan dirawat, diajar dengan penuh perasaan, dan tentunya bukan dengan selebaran kertas yang memiliki angka nominal .
Kalian tahu bagaimana beras-beras itu menjadi nasi yang kalian konsumsi ?
Yaaahhh seperti itu pula lah cara mereka meramu kuw, dibilas dari keserakahan duniawi, direbus agar kuw terhindar dari sikap individualis, hingga akhirnya mereka mengukuskuw untuk menjadi pribadi yang benar-benar matang, matang untuk disajikan dikehidupan nyata…
Yahhh walaupun terkadang beras-beras itu pula lah yg menghidupi para tirani ditempatkuw berdomisili, tirani yang justru menjadi boomerang bagi mereka.
Kuw tak tahu mengapa sgala sesuatunya menjadi seperti sekarang ini (Ishmael question?)
Bukan kah smakin tinggi pendidikan suatu kaum maka smakin baik pula lah kehidupannya…
TAPI ????
Yaaaahhh Semoga Semua tetap tersenyum, semoga semua selalu damai, tentram didalam selimut kebahagiaan.
atas nama perubahan ke arah yang lebih baik dan bentuk tanggapan atas tulisan kuw “Kiat Tepat Hadapi Kritik” maka saya melakukan perubahan ini demi sodara-sodari semua…
tulisan ini saya dedikasikan khusus buat kalian agar supaya merasa sedikit risih dan terketuk pintu hatinya…mudah-mudahan saja kalian semua yang mengerti bisa berubah ke arah yang lebih baik demi…amin?
Tulisan ini juga di publikasikan di hhttp://www.facebook.com/dirgasirajuddin
Ohhh ia, saat kuw mulai menulis dunia disekitarkuw tenga diramaikan dengan lagu “andai aku jadi gayus”
hahahahahahahahahahaha
Diposting oleh
Dirgasme
di
1/17/2011 09:58:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
...................
Minggu, 09 Januari 2011
Ibu,,,,
tak pernah aku mengira
tak pernah aku meraba
bahwa, hijaumu kini menua
aku pucuk waktu itu
kala kau rawat dari biji dan benih
kala kau semat dari hati nan putih
aku kau ibaratkan pualam
ditimang disayang
dikekang dari malang
dilekang dari gemilang
harta dunia yang demikian panjang yang kelak kan hilang
karena katamu….
"harta ada disini nak"
sembari kau usap lembut tepat di dadaku
hati maksudmu
sayu dan lembut kasihmu
saat ucap itu….
ibu,,,,
daun itu aku
kini mengembang
aku telah terbang
ikuti irama yang kau pendam
dalam dada dan jiwa ini
dalam riwayat kertas yang kau toreh
aku ikuti apa katamu
berjajar dibarisan Tuhan
semoga tetap jadi terdepan
dan kini….
aku bisa mengimami
meski belum berimam dalam biduk bahtera
ibu,,,
daunmu meski terbawa angin
warnanya tetap hijau bu'
kuw ucap syukur pada sang khalid
aku mengasihimu ibu
seperti kesederhanaan yang kau ajarkan
aku tetap biasa
seperti saat aku membantumu mengais keringat kehidupan
aku pahami ini
aku jalani dengan cinta
kasih sederhana untukmu
peluk dan sayang untuk setiap wanita yg tlah mendedikasikan hatinya kepada seorang anak…
tak pernah aku mengira
tak pernah aku meraba
bahwa, hijaumu kini menua
aku pucuk waktu itu
kala kau rawat dari biji dan benih
kala kau semat dari hati nan putih
aku kau ibaratkan pualam
ditimang disayang
dikekang dari malang
dilekang dari gemilang
harta dunia yang demikian panjang yang kelak kan hilang
karena katamu….
"harta ada disini nak"
sembari kau usap lembut tepat di dadaku
hati maksudmu
sayu dan lembut kasihmu
saat ucap itu….
ibu,,,,
daun itu aku
kini mengembang
aku telah terbang
ikuti irama yang kau pendam
dalam dada dan jiwa ini
dalam riwayat kertas yang kau toreh
aku ikuti apa katamu
berjajar dibarisan Tuhan
semoga tetap jadi terdepan
dan kini….
aku bisa mengimami
meski belum berimam dalam biduk bahtera
ibu,,,
daunmu meski terbawa angin
warnanya tetap hijau bu'
kuw ucap syukur pada sang khalid
aku mengasihimu ibu
seperti kesederhanaan yang kau ajarkan
aku tetap biasa
seperti saat aku membantumu mengais keringat kehidupan
aku pahami ini
aku jalani dengan cinta
kasih sederhana untukmu
peluk dan sayang untuk setiap wanita yg tlah mendedikasikan hatinya kepada seorang anak…
Diposting oleh
Dirgasme
di
1/09/2011 09:25:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
lie, for her better life...
Rabu, 05 Januari 2011
Percakapan ini kuw lakukan disaat hujan deras mengguyur disekelilingkuw, adalah dia yang datang padakuw dan menceritakan apa yg tlah ia alami...
Matanya tampak begitu kelam, tak ada secerca sinar yg dapat kuw lihat dari matanya namun ia tetap tersenyum ketika mulut kuw hendak mengatakan sesuatu, “aku baik-baik saja, tak usah kau cemaskan bahasa tubuhkuw”, sembari menepuk bahukuw dan ia pun tertunduk menatap dinding teraskuw yg kini mulai basah….
Ia pun melanjutkan ceritanya padakuw, cerita yang selama ini membuatnya bahagia (walaupun kuw tahu itu tak seindah dengan harapannya). Ia berkata pada kuw bahwa sekarang ia tlah bahagia, karena wanita yang sangat ia sayangi telah menemukan tambatan hatinya dan tengah berbahagia disana….
“Aku pun heran namun aku tak punya kuasa untuk menahan ia menceritakan apa yang tengah ia rasakan”
“Yahhh aku harus bertanggung jawab”, katanya yakin menatap kuw, dulu aku tlah membuat ia jatuh cinta padakuw, namun seiring berjalannya waktu aku sadar bahwa aku tak cukup baik untuknya, aku tak seperti yang ada didalam mimpi indahnya….
Dan akhirnya dia pun memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kami lagi, “but actually it’s ok” pinta kuw dalam hati….
Walaupun kami tlah memutuskan hubungan namun jalur komunikasi antara kami tetap terpelihara, saling mengingatkan merupakan kebiasaan kami ketika malam mulai meredup…
Waktu trus berjalan dan aku mulai sadar akan keinginan dia untuk untuk mendapatkan SOMEONE NEW (setidaknya itulah yg sering ia tuliskan disalah satu jaringan social miliknya), dan aku pun sadar semua kini tlah berubah dan sebagai lelaki yg pernah disampingnya aku harus bertanggung jawab dan membantunya untuk mendapatkan SOMEONE NEW sesuai yang ia dambakan…
Dan pada hari itu aku pun berusaha untuk membantunya, dan cara pertama yang kuw lakukan yakni membuat agar ia dapat membenci kuw sedemikian mungkin, semua hal yang ia tak senangi aku lakukan… semua ini kuw lakukan agar ia dapat keluar dari bayang-bayang tentang kuw, KRITIKAN, ia sangat tak senang untuk dikritik dan aku pun memulainya dari sisi itu…
Aku acap kali memberinya kritikan pedas secara berulang kali sehingga ia pun mulai merasa tak nyaman dengan kuyw lagi….
(walaupun pahit semua ini harus tetap kuw lakukan hanya untuk dapat melihatnya tersenyum kembali)
Kehidupan pun silih berganti menghampirinya, begitu pula dengan SOMEONE NEW… ada begitu banyak yg datang dan pergi namun ia tetap belum dapat menemukan apa yagng iua harapkan…
Aku pun menghela nappas yang dalam dan berfikir’ “aku harus membantunya lebih giat lagi dan tentunya aku harus membuatnya lebih membencikuw agar ia dapat melupakan kuw”….

Semua ini kuw lakukan atas dasar tanggung jawabkuw yg pernah hadir dihidupnya berada disampingnya dan merusak mimpi-mimpinya…
Hari berganti hari bulan berganti bulan kini sgala sesuatunya tak seperti dulu lagi, kini ia tlah dapat melupakan kuw sepenuhnya walaupun terkadang bayang kuw selalu hadir disela-sela pejaman matanya…
Namun kini kuw dapat tersenyum , setidaknya ada hasil kini yg dapat kuw petik dari usahakuw untuk mewujudkan mimpinya…
Seiring berjalan waktu dan hadirnya beberapa SOMEONE NEW yg ia harapkan, akhirnya ia dapat menemukan SOMEONE NEW yg sesuai ia harapkan…
Aku tersenyum manis dan berpesan…
Salam kebahagian untuk muw selalu semoga kau selalu diselimuti mimpi yang indah…
Maaf aku harus berbohong padamuw, dengan berpura-pura melakukan semua hal yang tak kau senangi…
Tapi sesungguhnya aku hanya ingin membantu muw mewujudkan angan muw (seperti yang tertera disalah satu jaringan social milikmuw)
Aku pun terdiam mendengar cerita sahabat kuw, aku pun menepuk dadanya….
Namun aku kaget !!! ia tetap bisa tersenyum menatap kuw dan beranjak pergi bersama sang hujan yang kini tlah mulai meredah…
Mungkin rintikan hujan itu merupakan tetesan air matanya, aku tahu dibalik senyuman tegar sahabat kuw itu ada sebuah kesedihan yang mendalam yg coba ia sembunyikan dari dalam hatinya…
Pergilah sobat bersama mimpi-mimpi muw kuw tahu gadis itu juga sangat menyayangi muw dan sebuah kesalahan besar karena ia telah memilih orang yang ia sayangi ketimbang orang yg menyanyaginya...
kuw kan slalu menunggu muw disini sobat kuwonly time will heal…
Malam trus berlalu, dan tiba-tiba aku pun mulai membuka kedua mata kuw dan terbangun dari benaman mimpikuw…
Saat itu pula fajar tlah menyongsong menampakkan sinarnya…
Ohhh ia sebelum aku mengakhiri tulisan kuw ini, sahabat yang kuw maksud dalam tulisan ini yakni bunga mimpi kuw yg selalu menemaniku diredupan mata kuw…
Matanya tampak begitu kelam, tak ada secerca sinar yg dapat kuw lihat dari matanya namun ia tetap tersenyum ketika mulut kuw hendak mengatakan sesuatu, “aku baik-baik saja, tak usah kau cemaskan bahasa tubuhkuw”, sembari menepuk bahukuw dan ia pun tertunduk menatap dinding teraskuw yg kini mulai basah….
Ia pun melanjutkan ceritanya padakuw, cerita yang selama ini membuatnya bahagia (walaupun kuw tahu itu tak seindah dengan harapannya). Ia berkata pada kuw bahwa sekarang ia tlah bahagia, karena wanita yang sangat ia sayangi telah menemukan tambatan hatinya dan tengah berbahagia disana….
“Aku pun heran namun aku tak punya kuasa untuk menahan ia menceritakan apa yang tengah ia rasakan”
“Yahhh aku harus bertanggung jawab”, katanya yakin menatap kuw, dulu aku tlah membuat ia jatuh cinta padakuw, namun seiring berjalannya waktu aku sadar bahwa aku tak cukup baik untuknya, aku tak seperti yang ada didalam mimpi indahnya….
Dan akhirnya dia pun memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kami lagi, “but actually it’s ok” pinta kuw dalam hati….
Walaupun kami tlah memutuskan hubungan namun jalur komunikasi antara kami tetap terpelihara, saling mengingatkan merupakan kebiasaan kami ketika malam mulai meredup…
Waktu trus berjalan dan aku mulai sadar akan keinginan dia untuk untuk mendapatkan SOMEONE NEW (setidaknya itulah yg sering ia tuliskan disalah satu jaringan social miliknya), dan aku pun sadar semua kini tlah berubah dan sebagai lelaki yg pernah disampingnya aku harus bertanggung jawab dan membantunya untuk mendapatkan SOMEONE NEW sesuai yang ia dambakan…
Dan pada hari itu aku pun berusaha untuk membantunya, dan cara pertama yang kuw lakukan yakni membuat agar ia dapat membenci kuw sedemikian mungkin, semua hal yang ia tak senangi aku lakukan… semua ini kuw lakukan agar ia dapat keluar dari bayang-bayang tentang kuw, KRITIKAN, ia sangat tak senang untuk dikritik dan aku pun memulainya dari sisi itu…
Aku acap kali memberinya kritikan pedas secara berulang kali sehingga ia pun mulai merasa tak nyaman dengan kuyw lagi….
(walaupun pahit semua ini harus tetap kuw lakukan hanya untuk dapat melihatnya tersenyum kembali)
Kehidupan pun silih berganti menghampirinya, begitu pula dengan SOMEONE NEW… ada begitu banyak yg datang dan pergi namun ia tetap belum dapat menemukan apa yagng iua harapkan…
Aku pun menghela nappas yang dalam dan berfikir’ “aku harus membantunya lebih giat lagi dan tentunya aku harus membuatnya lebih membencikuw agar ia dapat melupakan kuw”….

Semua ini kuw lakukan atas dasar tanggung jawabkuw yg pernah hadir dihidupnya berada disampingnya dan merusak mimpi-mimpinya…
Hari berganti hari bulan berganti bulan kini sgala sesuatunya tak seperti dulu lagi, kini ia tlah dapat melupakan kuw sepenuhnya walaupun terkadang bayang kuw selalu hadir disela-sela pejaman matanya…
Namun kini kuw dapat tersenyum , setidaknya ada hasil kini yg dapat kuw petik dari usahakuw untuk mewujudkan mimpinya…
Seiring berjalan waktu dan hadirnya beberapa SOMEONE NEW yg ia harapkan, akhirnya ia dapat menemukan SOMEONE NEW yg sesuai ia harapkan…
Aku tersenyum manis dan berpesan…
Salam kebahagian untuk muw selalu semoga kau selalu diselimuti mimpi yang indah…
Maaf aku harus berbohong padamuw, dengan berpura-pura melakukan semua hal yang tak kau senangi…
Tapi sesungguhnya aku hanya ingin membantu muw mewujudkan angan muw (seperti yang tertera disalah satu jaringan social milikmuw)
Aku pun terdiam mendengar cerita sahabat kuw, aku pun menepuk dadanya….
Namun aku kaget !!! ia tetap bisa tersenyum menatap kuw dan beranjak pergi bersama sang hujan yang kini tlah mulai meredah…
Mungkin rintikan hujan itu merupakan tetesan air matanya, aku tahu dibalik senyuman tegar sahabat kuw itu ada sebuah kesedihan yang mendalam yg coba ia sembunyikan dari dalam hatinya…
Pergilah sobat bersama mimpi-mimpi muw kuw tahu gadis itu juga sangat menyayangi muw dan sebuah kesalahan besar karena ia telah memilih orang yang ia sayangi ketimbang orang yg menyanyaginya...
kuw kan slalu menunggu muw disini sobat kuwonly time will heal…
Malam trus berlalu, dan tiba-tiba aku pun mulai membuka kedua mata kuw dan terbangun dari benaman mimpikuw…
Saat itu pula fajar tlah menyongsong menampakkan sinarnya…
Ohhh ia sebelum aku mengakhiri tulisan kuw ini, sahabat yang kuw maksud dalam tulisan ini yakni bunga mimpi kuw yg selalu menemaniku diredupan mata kuw…
Diposting oleh
Dirgasme
di
1/05/2011 08:28:00 AM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Postingan (Atom)