![]() |
| люблю ноябрь |
Doa yang biasa saja
Jumat, 01 November 2013
Diposting oleh
Dirgasme
di
11/01/2013 02:53:00 AM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Nafsu Remaja Dua Puluh
Kamis, 01 Agustus 2013
Aku mencintai kamu yang dulu
Dulu saat bersamamu
Ada kisah yang tertempuh
Berbagi dalam jarak dan waktu
Mimpi-mimpi yang terbelenggu
Bak air dalam sebuah tungku
Aku dan kau adalah sebuah nafsu
Nafsu remaja dua puluh
Kini semua telah berlalu
Hilang tanpa bersamaku
Dalam deru yang mendebu
Aku mencintai kamu yang dulu
Dulu saat bersamamu
Ada kisah yang tertempuh
Berbagi dalam jarak dan waktuMimpi-mimpi yang terbelenggu
Bak air dalam sebuah tungku
Aku dan kau adalah sebuah nafsu
Nafsu remaja dua puluh
Kini semua telah berlalu
Hilang tanpa bersamaku
Dalam deru yang mendebu
Aku mencintai kamu yang dulu
18 Mei 2013
Pagi, Senyum yang terjatuh
Diposting oleh
Dirgasme
di
8/01/2013 05:10:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Lebensraum
Belakangan ini pola
hidupku agak sedikit berubah. Hal ini seiring sejalan dengan rutinitas yang
kujalani. Saya merupakan salah satu mahasiswa program pascasarjana disalah satu
universitas yang menurut kebanyakan orang merupakan universitas terbaik di
Indonesia.
Seperti hari biasanya,
menurutku tak ada suatu yang istimewa. Panas terik dan deru kendaraan seakan
memaksakan langkahku untuk tetap berada dikamar. Tak terasa hari berganti siang dan kini
matahari pun tak lagi bertuan, perlahan-lahan ia menghilangkan sinarnya.
kulihat jam yang melekat ditanganku menunjukkan pukul delapan malam kurang
seperempat. Seperti kebanyakan khalayak, waktu seperti itu merupakan waktu yang
pas untuk bersantap malam dan sambil menyelesaikan tugas paperku akhirnya aku
memutuskan untuk sejenak mencari makan disekitar tempat tinggalku.
Malam itu aku
memutuskan untuk bersantap malam di warteg, warung seadanya, Seada duit dan
seada kenyang. Awalnya semua biasa saja, aku menikmati makanan dihadapanku
dengan lahap sampai suatu ketika mataku tertuju pada seorang ibu yang duduk
didepan warung makan dengan dua anak didekatnya. Dalam pandanganku umur ibu itu
berkisar 40-an yang mendekati 50. Perawakannya agak kurus dengan sebuah kain
menutupi kepalanya dan tingginya mungkin tak bakal melebihi seratus enam puluh
centimeter. Postur yang kecil menurutku.
![]() |
Ibu tersebut tidak
sendirian, terdapat dua anak kecil yang berada didekatnya. Satu hal yang
kuyakini bahwa salah satu anak ibu tersebut berkelamin perempuan dan berumur
tak kurang dari lima tahun. Aku tak tahu jenis kelamin anak yang satu lagi,
bukan tanpa alasan. Anak tersebut masih berusia sekitar tiga tahun, menurutku,
dan tertidur pulas didekapan ibu itu dengan seutas kain yang menggendong
dirinya dalam lilitan ibu tersebut.
Aku berani memastikan
bahwa mereka berada dalam kondisi kelaparan. bagaimana tidak, panas terik
disiang hari terbayar tuntas dengan guyuran hujan rintih-rintih dimalam
harinya.
Lama aku memandangi
mereka, sampai-sampai makanan dihadapanku pun menjadi dingin. Aku melihat ibu
tersebut sedang menikmati nasi bungkus yang ia keluarkan dari dalam tasnya.
Terdapat tiga bungkus nasi; untuknya, anak perempuannya dan anak balitanya.
Mereka memakannya sangat dan sangat lahap sampai kemudian anak perempuannya
menyahut “Bu, aku masih lapar”. Sejenak air dimataku rontok perlahan-lahan.
Inilah
mereka yang terdustakan oleh kehidupan
Dengan sigapnya ibu
tersebut menyodorkan makanan yang dilahapnya
“ini kamu bagi berdua
dengan adikmu, Ibu sudah kenyang”
Nikmat
tuhan apalagi yang hendak mereka dustakan
Dan tanganku pun
mengambil selembar tisu…
Tuan, dunia apalagi
yang hendak kau ciptakan ? dengan segala kekayaan yang kau miliki, mengapa hal
ini bisa terjadi ?
Ataukah, Tuhan, bantu
aku menjawabnya ? selemah-lemahnya aku, ialah pada saat aku hanya tinggal diam.
∞∞∞∞∞¦¦¦∞∞∞∞∞
*Beberapa saat
sebelumnya
Belakangan ini
merupakan hari-hari terberat bagiku. Deretan paper yang menumpuk serta tumpukan
laporan yang terkejar deadline. Aku sangat senang mempelajari, mengulas ataupun
menulis hal-hal yang terkait dengan keamanan, beberapa waktu lalu salah satu
pengajar dikampusku, Edy Prasetyono, memberikan sedikit penjelasan mengenai
konsep-konsep keamanan.
Secara garis besar ia
membagi keamanan kedalam dua term, traditional dan non-traditional.
Traditional merupakan term keamanan klasik yang menitikberatkan
konsep keamanan pada isu-isu militer saja, sedangkan non-traditional
merupakan konsep keamanan yang “terperbaharui”, hal ini merujuk bahwa konsep
keamanan tidak hanya fokus pada isu militer saja melainkan isu-isu ekonomi,
hukum, bencana alam, terorisme, korupsi, less government dan sebagainya
merupakan kajian keamanan non-tradisional yang secara tidak langsung dapat
berdampak signifikan terhadap eksistensi suatu negara. Menurut R. William
Liddle terdapat dua unsur fisik mendasar dalam membangun kekuatan bangsa yaitu
faktor ekonomi dan militer disamping juga critical mass.[1]
Pada waktu itu, kami
memfokuskan arah diskusi tersebut keaspek hukum dan ekonomi, khususnya terkait
korupsi. Wajar saja ini menjadi diskusi hangat kami, mengingat permasalahan ini
tak kunjung terselesaikan di bumi pertiwi ini. jika kita hendak menulusuri
praktek-praktek korupsi dinegeri ini tentu tidak akan sukar untuk menarik
sebuah benang merah. Hal tersebut saya asumsikan mengingat bahwa korupsi
merupakan tonggak sejarah yang melatarbelakangi lahirnya bumi pertiwi. Dari
zaman majapahit, zaman kolonial dimana gubermen-gubermen menjadi tokoh utama
hingga sekarang dimana korupsi tidak lagi menjadi sebuah barang mewah. Siapa
saja dapat melakukannya tanpa perlu menjadi pemimpin ataupun gubermen.
Melihat kondisi hari
ini, bumi pertiwi lagi-lagi dihebohkan dengan fenomena korupsi yang dilakukan
oleh salah satu petinggi POLISI dengan nilai korupsi hingga ratusan milyar
rupiah. Sambil bercanda dosen saya kemudian mengeluarkan anekdot bahwa
“koruptor
di Indonesia itu bodohnya tidak ketulungan, pantas saja kalian tertangkap”
Bodoh dan tertangkap
kemudian dirasionalkan melalui mekanisme berikut: pada dasarnya
manusia/keluarga hanya membutuhkan satu rumah dan mentok-mentok dua, mobil pun
demikian. Karena jika berlebihan hasilnya akan mubasir. Apakah rumah-rumah dan mobil-mobil hasil
korupsi tersebut akan kalian tempati dan pergunakan keseluruhannya ?
Uang ratusan milyar
berdasarkan asas guna apakah akan dipergunakan keseluruhannya ? kalau hanya
ingin menghidupi anak istri tentu tak bakal sampai ratusan milyar, anak pun
kalau dewasa pasti akan menjalani kehidupannya sendiri.
∞∞∞¦ ¦∞∞∞
Sejenak aku kembali
memperhatikan makananku, aku seolah telah kehilangan hasrat untuk melahapnya.
Aku kacau untuk beberapa saat, aku teringat oleh sebuah buku yang baru saja aku
baca “Hungry For Peace: How you can help end poverty and war with Food Not
Bombs”. Sebuah buku yang hadir dari kampanye gerakan Food Not Bomb oleh
Keith McHenry. Kampanye ini memprotes penyerapan anggaran belanja militer yang
cukup besar dengan membagi-bagikan makanan vegetarian gratis untuk orang-orang
miskin dan siapapun yang tidak mampu membeli makanan.
Karena makanan
adalah hak semua orang bukan hak istimewa
Karena ada cukup
makanan untuk semua orang untuk dimakan
Karena
kekurangan bahan makanan pokok adalah bohong
Karena seorang
perempuan tidak seharusnya menggunakan badannya hanya untuk mendapatkan makanan
atau tempat tiur
Karena ketika
kita lapar dan kedinginan kita mempunyai
hak untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan dengan cara meminta, mengamen atau
menempati bangunan kosong
Karena kemiskinan
merupakan bagian dari kekerasan, bukan kebutuhan atau suatu yang alami
Karena makanan
tumbuh pada tanaman
Karena kita
butuh rumah bukan penjara
Karena kita
butuh Food not Bombs (Keith McHenry:2012)
Tak terasa makanan
dipiringku telah habis kulahap, aku pun bergegas ke kekasir untuk membayar dan
memesan dua bungkus nasi yang lalu kuberikan pada ibu tadi. “ini bu, dua
bungkus nasi yang mungkin dapat mengganjal perut hingga esok pagi” tukasku
sambil berjalan pulang kekostan.
12 Mei 2013
Ekspansi kapitalisme tidak hanya
mengubah
hubungan antar manusia, tetapi juga
hubungan
antar manusia dengan lingkungannya
Diposting oleh
Dirgasme
di
8/01/2013 04:56:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
I am not I once was
Selasa, 16 April 2013
Kehidupan merupakan lawan tangguh bagiku dan Tuhan mengajari aku mengenal hidup sebagaimana orang-orang lain mengartikannya. Hatiku kuncup sebesar gunung, Benci tak kurang cela, Suka tak kurang puji.
Malam ini kurebahkan tubuhku pada tumpukan kasur bahwa hidup sendiri menjadi sia-sia bila dikuasai ketakutan.
Dunia & Hati Damai Bersalaman
17 Mei 2013
Diposting oleh
Dirgasme
di
4/16/2013 06:14:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Sejenak
Malam hari 09 februari 2013 tepat dipukul 21.00, aku malu pada diriku sendiri. Aku telah kehilangan semangatku, semangat untuk menulis. Hampir sudah setenga jam aku menatap kertas putih dihadapanku, tak ada satu pun yang berhasil aku coretkan. Hey dir ada apa gerangan ? kau terlalu sibuk mencari alasan untuk tak menulis. Telah puluhan karya prematurmu yang lahir di secarik kertas, tapi kau juga tak menuntaskannya. Percayalah, perlahan tapi pasti mereka akan bergegas meninggalkanmu dan kau tak akan mampu mengenang dirimu sendiri. Inilah kau sekarang dir, manusia yang hanya berbalut daging tanpa satu pun karya yang kau hasilkan. Kau tertinggal jauh dari kehidupan dir ! apa yang dapat kau berikan pada waktu yang semakin berlalu ?
Lihat ! kau termenung, sembari memikirkan apa yang hendak kau tulis, kau kaku !
Menulislah dir, menulislah!! Kejar semua ketertinggalanmu, kelak ini semua akan menjadi saksi bahwa kau benar-benar pernah hadir sebagai mahkluk hidup. Kini kau rasai dirimu begitu kecil tanpa arti, seorang yang pernah melawan, terluka dan kalah. Bicaralah, kau dir ! mengapa kau diam saja ? kini kau telah menjadi tawanan gemerlap kata.
Lihat ! kau termenung, sembari memikirkan apa yang hendak kau tulis, kau kaku !
Menulislah dir, menulislah!! Kejar semua ketertinggalanmu, kelak ini semua akan menjadi saksi bahwa kau benar-benar pernah hadir sebagai mahkluk hidup. Kini kau rasai dirimu begitu kecil tanpa arti, seorang yang pernah melawan, terluka dan kalah. Bicaralah, kau dir ! mengapa kau diam saja ? kini kau telah menjadi tawanan gemerlap kata.
Diposting oleh
Dirgasme
di
4/16/2013 12:46:00 AM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Surat Yang Tak Sempat Terkirim
Senin, 08 April 2013
Hey Kamu, Bolehkah saya menyapamu seperti itu ?
Selamat Siang, Sore ataupun Malam
Bagaimana pun kabarmu dihari yang cerah ini, semoga kamu sedang ditemani secangkir susu dan segala aktivitasmu. Disini, Aku sangat Bergembira.
Boleh kah aku bertanya, Bagaimana rasanya membaca surat ini ?
semoga pertanyaan ini tidak terlalu keterlaluan. Dan sepertinya ini pertanyaan yang biasa saja. Jangan terlalu menganggap ini serius toh ini hanya sekedar surat. Surat yang bahkan tidak perlurepot-repot untuk dibalas. Lagipula aku tidak mengamini sebuah pantun lama ini "empat kali empat sama dengan enam belas, sempat tidak sempat harus dibalas".
Oh ia sebelumnya, Selamat Ulang Tahun Kelak
Ini adalah surat yang sedikit prematur, meski begitu aku tetap ingin mengucapkannya "Selamat Ulang Tahun, sekali lagi", semoga keprematuran ini akan menjadi sesuatu yang kau ingat.
Sebenarnya aku ingin menyuratimu dengan pena dan kertas. lalu gulungannya kuselipkan di kaki merpati hingga sampai di depan jendela tempat kau membaca surat ini. Atau dibawah pohon, saat kau duduk dengan handphone digenggaman kananmu dan amplop surat cinta dari orang lain di tangan kirimu. Tapi aku mau cepat, secepat mungkin. Kalau bisa sebelum Handphone mu berdering lalu kau membuka amplop surat cinta itu.
Suatu hari pada sebuah malam yang ramai dan lalu lalang kendaraan banyak berseliweran dihadapan kita. Tak ada percakapan walaupun berhadapan. Tak ada obrolan walaupun berada bersisian, maka maafkan saja jika surat ini kemudian menjadi asal-asalan. Asal sampai ketempatmu, Asal terkumpul kata-kata yang sekedar cukup indah pun tidak, karena kalau keberikan lembaran kosong aku akan membuatmu kesulitan menebak.
Hey kamu sebenarnya saya ingin membisikkanmu sebuah cerita. Jangan beritahu siapa-siapa yah, JANJI ?
Begini, seperti Tumbra yangsuka berbicara dengan pohon, saya pun suka berbicara dengan pohon. Oke mungkin saya sebut saja tanaman karena masih terlalu kecil. serius ini serius. Kamu jangan tersenyum apalagi bingung.
Jadi, setiap pagi sebelum memulai aktivitas, tanaman tersebut saya ajak ngobrol, kadang saya beri air jika mereka sedang dehidrasi. Oh, dan setelah itu saya senyum-senyum sambil dadah-dadah melambaikan tangan ke mereka. Selintas kadang saya melihat mereka pun melambaikan tangan, maksud saya dedaunan. Kadang pula saya merasa mereka mentertawakan saya dari belakang, mungkin mereka menganggap saya gila. tapi saya tidak peduli, saya tetap pergi menutup pintu dan meninggalkan mereka dalam kesunyian. Aku selalu yakin bahwa tanaman-tanaman tersebut tidak betul-betul sendiri, selalu saja ada angin bahkan cahaya yang menemani. Hal itu membuat harapan tanaman itu terus hidup. Namun lamaberselang tanpa kehadiranku memberikan air disaat mereka dehidrasi, dedaunan tanaman tersebut berguguran satu per satu. Awalnya daun-daun tersebut berubah menjadi cokelat dan tetap menempel pada rantingnya. Namun membuat mereka lama menunggu akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dan gugur dalam pelukan tanah.
Dan ketika senja menjelang, aku pun pulang dan berharap dapat menemui dedaunan itu lagi, tapi ternyata mereka telah pergi menentukan jalannya dan enggan menunggu keterlambatanku. Dan aku hanya bisa diam menatapi tanaman tersebut. Sesuatu yang diawali dengan senyuman pun harus diakhir dengan tatapan kosong. Sekian
Oh ia, sebelum ku semakin terlambat, Ini ada sebuah sajak untukmu.Sengaja aku tak menuliskan tanggal dan usia ulang tahunmu. Hal ini semata-mata agar kelak kau dapat membaca sajak ini berulang-ulang pada saat hari yang mengulang tahunmu.
Sajak Dihari Ulang Tahun
Seorang Wanita yang beruntung lahir dari rahim ibunya
Kau mungkin seorang bayi yang lebih lambat lahir dariku
Maka aku sajikan satu buah sajak
Agar sampailah ketika nanti di hari ulang tahunmu
Aku bisa bertemu dengan seorang wanita yang beruntung
Karena pernah menghuni rahim ibunya
Meskipun hanya lewat sajak ini
Salam,
Demikian satu sajak yang tiba-tiba kutulis bersamaan dengan surat ini
09 April
Ditemani tumpukan paper yang menggila
Diposting oleh
Dirgasme
di
4/08/2013 11:22:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Sorry, I am getting older
Minggu, 21 Oktober 2012
#SuratuntukbapakIII
Jakarta , 21 Oktober
2012
Teruntuk dia
yang tlah hadir dalam hidupku, dia yang memberikanku kehidupan dan padanya yang
telah mewariskanku wataknya. Apa kabar, pak ? Apa kau sudah baikan ? ini
merupakan kali ketiga aku menuliskan surat
buatmu, namun kau tak kunjung membalasnya. Bahkan membacanya pun sudah
enggan!!!
Apa kau masih
marah padaku ? hanya karena mendapatiku merokok disudut rumah kini kau tak
sekalipun memalingkan wajahmu padaku.
Pak, aku masih
ingat sewaktu aku kecil dulu. Kau sering memarahiku, membatasi ruang gerakku dan
bahkan kau sering memarahiku mana kala ini itu tak sesuai dengan jalan
pikiranmu. Pak, aku memang mewarisi watakmu yang keras, tak sekalipun aku
menuruti nasihatmu. Aku membangkang dengan segala alasan yang aku miliki.
Masih teringat
jelas ketika kau melarangku untuk bermain hujan, manakala anak-anak seusia
menikmati bahagianya bermain hujan, aku hanya mampu berdiri kaku didepan pagar
rumah yang kau buat kokoh itu. Aku tahu kau mencemaskan kesehatanku kelak, tapi
aku ingin bermain, pak!! Berkumpul dan tertawa dengan rekan sebayaku. Semua
mainan plastik yang kau berikan padaku, itu tak berarti. Semua itu bak semua
gunung yang menumpuk dikamarku. Aku bukan kucing peliharaan yang akan selalu
bersama tuannya dan termenung dikandang menikmati “kebahagiaan” yang diberikan
tuannya.
Aku anakmu,
pak!! Anak yang berusia minim. Aku tak ingin menghabiskan masa kecilku
dihadapan layer TV. Lihat ketika aku bermain hujan, disana aku tertawa,
terjatuh bersama teman-temanku. Meskipun pakaianku kerap kotor karena percikan
lumpur dilapangan sepak bola, tapi aku bahagia pak bisa berbagi dengan mereka.
Aroma hujan itu!! Kau pasti juga pernah merasakannya.
Pak, ingatkah
kau ketika aku terbaring lemah dihadapanmu ? kau menangis pak!! Ia menangis !!
kau cengeng!! Jangan salahkan aku ketika menyirammu dengan air minumanku, aku
benci tangisan pak!!
Layangan, aku
sangat menikmatiknya disiang hari dan manakala hujan, bermain sepakbola adalah
kegemaranku. Masih ingatkah kau dengan hadiah sepeda yang kau berikan padaku ?
aku menggunakannya pak.
Jangan pernah
salahkan aku pak, karena aku juga tak pernah menyalahkanmu sekalipun. Kau
sering meninggalkanku seharian dirumah tapi aku tak pernah mengeluh, aku sepi
pak!! Ku tahu kau sedang mencarikan nafkah buatku, aku tak pernah mengeluh!!
Disaat usiaku
kian bertambah dan kesehatanmu kian menurun , tak sekalipun kau memarahiku. Kau
sudah enggan!!
Pak, aku masih
anakmu. Umur ini hanya merupakan hukuman yang alam berikan karena hidup
didalamnya. Apakah cintamu kian luntur dengan bertambahnya usisaku ?
Pak, aku rindu
dengan segala bentuk kemarahanmu. Maafkan aku yang sedari dini sering membuatmu
marah yang membuatmu semakin menunjukkan kejantananmu dihadapanku.
Pak, masih
banyak tentang kau yang hidup dibenakku. Mencuri uangmu disaat kau sedang
tertidur, menyembunyikan sendalmu agar kau tak keluar meninggalkanku sendirian,
atau bahkan kebersamaan kita disaat iseng memasang judi togel yang membuat ibu
memarahaimu habis-habisan.
Pak, bekas luka
dikakiku akibat pukulan lidimu semakin mengingatkanku bahwa kau sangat
mencintaiku. Pak, sekarang aku tlah dewasa. Aku ingin melanjutkan cita-citamu
yang sempat kau bisikkan disaat aku terbaring lemah dulu. Meskipun kini aku tak
tahu keberadaanmu, tapi aku tahu kau sedang mengintip membaca tulisan ini
dibelakangku disaat aku sedang menulis surat
ini. Pak, aku masih ingat kau pernah berjanji akan menemaniku kelak jika aku
sudah dewasa untuk minum kopi diwarung pojok dekat rumah. Tapi, kedewasaanku
justru membuatmu pergi meninggalkanku.
Sebulan sebelum kelahiranku. Aku
Benci Tangisan, Pak !!!
#np
The Script-If You Could See Me Now
Diposting oleh
Dirgasme
di
10/21/2012 09:42:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Surat Kecil Untuk Tuan
Senin, 30 Juli 2012
Ketika kebijakan bersumber dari kepentingan pribadi, akan dibawah kemana kami ?
Hari ini suasana jalan dikota tempatku bermukim sama seperti
biasanya, padat, pengap dan rentetan suara klakson kendaraan bermotor silih
berganti. Pagi itu suasana cukup bersahabat, matahari lagi semangat-semangatnya
memancarkan sinarnya untuk mengalahkan semangat manusia yang hendak
beraktivitas. Perlahan ku langkahkan kakiku menuju pagar rumah, ada segenap
aktivitas pagi yg ingin ku realisasikan.
Hari itu aku telah berjanji akan mengunjungi temanku,
rumahnya disekitaran salemba. Berbekal janji itu lah aku mantap melangkah…
Seperti biasanya, hal-hal yang berarti kadang terjadi
diwaktu yg tak terjamahkan oleh pikiran…
Busway, kendaraan umum inilah yg cukup akrab bagi orang
sepertiku dan khalayak. Menuju arah senen merupakan tujuan pertamaku. Berdesak-desakan
menunggu kedatangan busway merupakan suatu hal yg lumrah, selain itu kondisi
jalan yang padat bak sepasang daun dan pohonnya, yang akan terasa aneh jika tak
beriringan. Matahari pun mantap menyinarinya. Namun dengan hadirnya pendingin
ruangan di kendaraan tersebut membuatku sejenak mengabaikannya.
Setiba dihalte senen, aku pikiranku sempat berkecamuk. Apakah
aku melanjutkan perjalanan kerumah temanku dengan menyambung busway lagi
dihalte sebelah, ataukah melanjutkannya dengan kendaraan umum yang lainnya,
sebut saja bajaj atau mikrolet. Akhirnya langkah ku pun mantap memilih
mikrolet. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan, alasan pertama dan utama yakni
aku teringat perkataan teman ku, namanya gilang namun kadang disebut ramos “raul
lemos”, “terkadang dengan menggunakan kendaraan umum kita dapat menemukan
jawaban atas permasalahan atau beban pikiran kita”. Menurutku hal ini cukup
masuk akal, ketimbang menggunakan pribadi namun pikiran kita fokus pada
jalanan, akan jauh lebih baik jika pikiran kita dipergunakan untuk yang
lainnya. Alasan kedua, tentunya lebih efektif. Ketimbang harus mengantri lagi
dan menunggu kedatangan busway.
Dengan bantuan lampu merah, aku pun mantap menyeberangi
jalan. Sekedar informasi saja kendaraan disini begitu liar, hanya lampu merah,
macet dan kecelakaan saja yang bisa menghentikannya. Hari itu aku menggunakan
mikrolet dengan nomor ??? (lupa kodenya), ketika aku naik tampak sudah ada
beberapa orang didalam mikrolet tersebut. Dua diantaranya merupakan wanita yang
umurnya sudah mulai uzur. Ku putuskan untuk duduk dibangku paling belakang,
pertimbangannya karena aku ingin dekat jendela dan duduk disamping ibu-ibu
tentunya bisa jauh lebih aman dari penodongan.
Pada saat-saat dimikrolet inilah kemudian aku mendapatkan
sebuah pengalaman, kisah yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Waktu itu
(yang masih teringat), telepon seluler dari salah satu wanita yang saya maksud
diatas bordering, wanita tersebut mengangkatnya dan kemudian berbicara tidak
begitu lama lalu memberikannya ke wanita yang satunya. Dari dialegnya, aku
yakin dia bukan penduduk asli disini (jawa), dalam hematku dia pasti tidak
jauh-jauh dari aku (kampung halamanku, Sulawesi). Ia berbicara begitu cempreng
dan menggunakan bahasa daerahnya. Yang aku dapatkan dari pembicaraan ia sedang
marah, marah akan kondisi, nasib dan tuannya.
Berdasarkan percakapan yang kudengar, semua berasal dari
seorang anak. Mungkin anaknya, keponakannya ataupun keluarganya. Nama anak itu
silfa,sifa atau ifa (saya tidak mengingat pastinya). Saya memastikan kalau anak
itu sekarang masih duduk dibangku sekolah menengah (SMA), kesimpulan ini
kudapat karena dalam percakapan tersebut anak itu hendak melanjutkan sekolahnya
keperguruan tinggi.
Dalam percakapan tersebut, sang anak mengutarakan
keinginan, harapan atau cita-citanya kesalah satu keluarganya yang kemudian
keluarganya tersebut meneruskannya ke wanita yang ditelepon tadi. Ia (anak itu)
mengatakan bahwasanya ia berkeinginan untuk melanjutkan sekolahnya dibidang
kedokteran (cita-cita pasaran untuk anak Indonesia), namun hal ini kemudian
ditanggapi negatif oleh wanita tersebut.
“kalau bermimpi jangan tinggi-tinggi dan sadar diri. Kita ini
bukan siapa-siapa, bahkan sampai kau menjual seluruh harta benda orang tuamu
belum tentu kau bisa masuk jurusan kedokteran”, ujar sang wanita
“kalau begitu dokter gigi saja, kata anak tersebut” yang
kemudian disampaikan oleh sang penelpon (saya tidak mengetahui jenis kelamin si
penelpon)
“dokter gigi sama saja, sama-sama ada dokter didepannya”
celetuk sang wanita itu
“yah kalo begitu jurusan apa saja, yang penting berhubungan
dengan kesehatan ” sambung si penelpon menyampaikan keluhan anak tersebut
“ yah sudah masukkan saja dia disekolah kesehatan, tidak usah
dimasukkan keuniversitas. Dapat uang dari mana. Sekarang pintar mahal, bisa
sekolah sampai SMA saja itu sudah syukur” jawab si wanita
“ie ie” jawab si penelpon
Kemudian telepon pun berakhir (percakapan menggunakan bahasa
bugis dan telepon ibu tersebut kayaknya diloudspeaker karena terdengar nyaring
ditelingaku).
Pasca mendengar percakapan telepon tersebut aku sempat
berpikir dan tanpa sadar gank rumah temanku sudah lewat. Aku pun turun dari
mikrolet dan menyebrang jalan sambil berfikir keras apa yag baru saja ku
dengar.
Pintar untuk si kaya, bodoh untuk si miskin. Apakah kondisi
kemiskinan merupakan faktor utama penghalang orang untuk mencapai harapannya ?
atau hanya anak tersebut saja yang malas dan menjadikan kemiskinan sebagai
kambing hitam ? aku kacau dalam beberapa saat. Semua buku yang pernah ku baca
dan pengalaman yg pernah ku dapat, ku bongkar satu persatu dalam pikiranku. Aku
hendak mencari jawabannya.
Kapitalisasi pendidikan, arogansi pendidikan, pendidikan
pilih kasih, kebobrokan system dan manusianya, omong kosong para orator politik
dan lain sebagainya berkecamuk dipikiranku. Aku kacau, sebagai orang yang berpendidikan
aku tak tahu harus menjawab apa. Aku tak punya kuasa dan materi untuk
menjawabnya. Sebagai orang berpendidikan harusnya aku bisa menjawab percakapan
tadi tak mungkin mencari-cari dan melempar kesalahan.
Aku kacau !
Pesanku bagi teman-teman yang membaca ini, tolong sampaikan
ini kepihak yg mempunyai wewenang untuk menjawabnya atau pihak yang bisa
menyelesaikannya. Entah itu birokrasi yang berpakaian rapi, dosen yang lebih
senang mengerjakan proyek ketimbang mengajar, rektor yang senang keluar kota
maupun negeri serta katanya menghadiri pertemuan studi banding, atau konglomerat
bermuka baik berhati jahat. Oh ia satu lagi, mahasiswa yg berpaham “kecualisme”,
mahasiswa yg jika sesuatu hal yg bersebrangan dengan pikiran dan nafsunya maka
itu adalah sebuah kesalahan dan harus dilawan tapi jika sesuatu hal tersebut
memiliki kepentingan dan pengaruh bagi dirinya meskipun hal tersebut SALAH SAMA
SEKALI maka itu adalah sebuah PENGECUALIAN titik
Mungkin tepat juga semoboyan dinegeri ini, "pemuda adalah harapan bangsa". pemuda yang orang tuanya memiliki pengaruh dan harta yang berlimpah.
"Semoga hari dimana orang-orang saling mengerti akan tiba"
Maret 2012
Aku kacau !
Diposting oleh
Dirgasme
di
7/30/2012 11:13:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Sakit, Yang abadi....
Minggu, 15 Juli 2012
Akhir-akhir ini seperti ada sesuatu yang aneh menurutku,
khususnya mengenai kematian dan tobat. Yah semua berawal dari beberapa pekan yg
lalu. Pasca kecelakaan yang menimpaku. Tepatnya diawal bulan juni lalu, saya
mengalami kecelakaan motor yang mengakibatkan sekujur tubuhku terluka, mulai
dari kepala, tangan dan kaki, hingga beberapa luka memar ditubuhku. Kecelakaan tersebut
bahkan membuatku harus dirawat inap disalah satu rumah sakit karena tak
sadarkan diri. Walaupun kini semuanya telah membaik, tapi yang membekas
dikepalaku hingga kini yakni perkataan dokter itu “kamu mengalami geger otak
ringan”. Sontak sekujur tubuhku merasa lemas, seakan tak mempercayai perkataan
tersebut, terlebih lagi ketika kecelakaan tersebut tak seorang pun anggota
keluarga yang menemaniku (karena saya sedang berada jauh disana), rasa sakit
yang kualami semakin bertambah, batin dan fisik. Terkadang aku ingin mengaduh
kesakitan tapi yang ada hanya sebuah pulpen dan secarik kertas yang menemani. Meskipun
ada seorang teman (teman kost), tapi itu tidak cukup membantu. Ia hanya datang menemani
ketika malam tiba, berhubung ia juga memiliki aktivitas keseharian, but
actually it doesn’t matter.
Pasca kecelakaan tersebut, yang terpikir olehku ialah
kematian. Bagaimana tidak, beberapa bulan yang lalu salah seorang teman lama ku
berpulang kerahmatullah. Beberapa jam pasca operasi (terdapat luka dalam,darah,
dikepalanya) ia menghembuskan nafas terakhirnya. Hal ini terus membayangiku,
beruntung kecelakaan tersebut tidak mengakibatkan luka dalam di bagian
kepalaku.
Layaknya orang yan takut mati, aku pun berdoa agar diberi
umur panjang. Mungkin ini bisa disebut sebagai sebuah kemunafikan. Hanya pada
saat-saat terpojok saja baru aku memohon, berdoa bahkan melaksanakan perintahnya
( mungkin bisa disebut Tobat). Shalat lima waktu yang dulunya sering bolong,
kini penuh melompong aku jalani. Berinfaq, aku pun semakin sering melakukannya.
Jauh hari kemudian, tepatnya malam 14 juli 2012. Aku menonton sebuah
film yang berjudul “Afterlife”, sebuah film yang mengisahkan sepasang mahluk
tuhan yang dimabuk cinta. Namun sang
wanita enggan mengutarakan perasaannya karena trauma yang disebut “trust”. Sampai
suatu ketika sang wanita mengalami kecelakaan hebat yang menyebabkan kematian
(kalau tidak salah si wanita bernama tayloor/anna). Ia begitu menyesal dan
penasaran karena tak dapat mengutarakan isi hatinya kepada sang lelaki. Disebuah
rumah (yang mengurusi mayat sebelum dikebumikan), ia menceritakan rasa
penasarannya tersebut kepada sang pengurus mayat. Agak aneh menurutku, karena
sang pengurus mayat memiliki kemampuan untuk berbicara dengan mayat [seperti
nabi daud, yunus, isa (lupa persisnya)].
Aku masih ragu apakah sang perempuan tersebut memang telah
mati sebelum dibawa kebagian pengurusan mayat atau sang pengurus mayat lah yang
menguburnya secara hidup-hidup dengan menyuntikkan suatu cairan (saya hanya
menontonnya separuh).
Keanehan, kebetulan atau apalah kian berlanjut. Ketika aku
membuka suatu situs jaringan sosial, fb, terdapat temanku yang sedang
membicarakan “neraka”. Mereka ialah Ana, Tiana dan Bunga (tolong sampaikan ke
mereka kalau diskusi mereka ada dalam bagian tulisan ini, maaf tanpa memberi tahu terlebih dahulu).
Berawal dari status ana “Berhentilah merokok! Kata mamaku,
surga tidak menyediakan api untuk para perokok.”
Yang kemudian direspon oleh tiana dan bunga dengan diskusi
hangat nan ngawur
- Tyan Tyana Untung sy tidak merokok
- Harpiana Rahman Makanya, sy juga cari calon suami yang tidak merokok. Spya dia tdk perlu ke neraka untuk cari api.
- Tyan Tyana Harusnya ada yg tersinggung sm komen mu td haha
- BuNga Noor Hidayah na bilang karni ilyas,,klu perokok itu nd masuk surga,,dia lebih memilih u/ tdak masuk surga....wkwkwkwkwkwkwk
- Tyan Tyana Kasian tawwa kl mo skli merokok, ndada api d surga.
- BuNga Noor Hidayah aiiihh,brarti jelek ji surga cz ada ji yg nd ada....hahahahaa...
- Harpiana Rahman Iy..apiji yg tdk sediakan d sana..jd mw merokok,silahkan ke neraka,.apinya disana bakal bisa dipake membakar rokok.wkwk
- Harpiana Rahman Eits,jgn salah..surga adalah kawasan bebas asap rokok.
- BuNga Noor Hidayah ahh,,pzti surga jga nnti ada ji smooking roomx tawwa...kan na bilang guru agama,smua mi ada d surga,,bisaki minta apa saja nnti d surga..
- Tyan Tyana Ini ngomong apesih. Kyk tong bs masuk surga. Wkwk
Selang keesokan harinya, ketika saya hendak mencari makan keanehan atau apalah pun berlanjut. Terjadi sebuah kecelakaan di
flyover (jalan layang), dimana pengendara tersebut meninggal akibat kecelakaan
dan jatuh dari fly over.
Waw it sounds great, jika diskemakan
kecelakaan-imajinasi-film-diskusi-dan pada akhirnya kematian. Hmm tanpa
bermaksud melebihk-lebihkan it is like a final destination film.
Lanjut, berdasarkan dari pengalam hidup saya dan pelajaran
agama yang saya dapatkan, dikatakan bahwa tak ada satupun didunia ini yang
abadi kecuali Allah SWT. tapi dalam hematku itu terdapat kekeliruan, karena
menurutku RASA SAKIT akan kekal menemanimu sepanjang hidupmu. Entah itu sakit
secara fisik maupun batiniah (silahkan mereview pelajaran agama masing-masing). meskipun kini keadaan ku sudah baikan.
So, belajarlah mengenal rasa sakit, bersahabat dengannya. Karena ia yang akan
sebetul-betulnya menjadi teman sejatimu. Bahkan ia yang akan menentukan hidupmu
kelak....
(pengalaman rasa sakit [jgn dipahami secara sempit] ).
15 july 2012
Dengan lantunan The
Paps- Life is a big joke
Diposting oleh
Dirgasme
di
7/15/2012 11:22:00 PM
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Pagi yang mendung
Kamis, 12 Juli 2012
Malam ini seperti sebuah pagi yang mendung, segera
kulangkahkan kakiku menuju rumah. Diatas angkutan umum kota, hujan deras tampak
membasahi jalanan kota yang begitu pengap, tak lupa kepulan asap dari keringat
buruh kuhempaskan. Aku berpikir keras, aku belum bisa menjamin apakah keadaan
ku akan baik-baik saja setelah malam ini. Entah mengapa, aku merasa akan ada banyak
hal buruk semenjak malam ini. Seperti sebuah siklus kutukan. Badai pasti akan
reda, tapi pasti akan ada badai lagi.
Telepon dalam tas ku berdering kembali, tapi dari nomor yang
berbeda. Aku ragu, aku mau menerimanya, tapi tiba-tiba terlintas pikiran, kalau
kamu tidak menerima telepon itu, yang menelpon barusan akan menghubungimu
kembali, Terima saja !. Aku segera menerima telepon itu, tapi lagi-lagi,
telepon itu mati. Tak ada sedikit suara pun diseberang. Itulah takdir bagi para
peragu, tidak bisa mengambil tindakan tepat.
Yah, menurutku apa yang kamu makan akan berpengaruh besar
dengan apa yang kamu pikir dan akan berpengaruh besar terhadap keseluruhan hal
yang kamu kerjakan. Sebut saja namaku anton, usiaku kini menginjak seperempat
abad. Teman-teman sering memanggilku kedar, kekar dada rata, namun dalam
mitologi bangsa yahudi, kerda merupakan suatu bangsa yang terletak dibagian
paling timur dunia yang menjadi penghalang masuknya “tuhan” bangsa yahudi. Didaerah
tersebut merupakan daerah yang memiliki kekayaan berlimpah sekaligus pintu
masuk yang dimukimi bangsa yahudi. Namun, hal ini berubah ketika bangsa kedar
menjajah bangsa yahudi yang tinggal didaerah tersebut.
Kembali ke laptop…
Sewaktu SMA, aku bersekolah disalah satu sekolah terbaik
dikampungku, bandung. Disana aku mempunyai sahabat yang bernama ajeng, nama
yang khas untuk orang yang berasal dari pulau tersebut. Kami berdua merupakan
siswa teladan dan telah mendapatkan begitu banyak prestasi. Mulai dari
olimpiade (kimia) tingkat daerah sampai ke tingkat nasional. Ketika olimpiade
nasional, aku menduduki peringkat kedua dan teman ku lah yang menjadi
jawaranya. Kami begitu bangga membawa pulang piala tersebut kesekolah kami. Selang
waktu berlangsung, temanku kemudian melanjutkan kuliahnya ke eropa, beasiswa
dari pemerintah setempat, sedangkan aku lebih memilih melanjutkan kuliah ku di
universitas gajah mada jurusan kimia. Pertimbangan dekat dengan keluarga
merupakan alasan utamanya.
empat tahun berselang aku pun menyelesaikan kuliahku dan
langsung mendapatkan pekerjaan di perusahaan asing yang beroperasi dinegaraku. Penghasilanku
cukup lumayan, setidaknya setiap bulan ada yang tersimpan dalam tabunganku. Bahkan
aku mendapatkan fasilitas rumah dan kendaraan pribadi. Karirku menanjak drastis,
empat tahun setelah aku bekerja, aku kemudian dipercayakan menjadi sebagai
kepala manajer diperusahaan tersebut dan tentunya kebutuhan ku pun kian hari
kian bertambah. Dunia seolah-olah begitu sempit, hanya dalam sepekan aku bahkan
dapat mengelilingi Negara ku, perjalanan dinas. Kemanapun aku pergi, aku selalu
disanjung dengan fasilitas yang mewah. Tak lupa keluarga ku pun mendapat
jipratan atas kesuksesanku, berawal dari rumah tipe 21 kemudian aku sulap
menjadi tipe 72 yang memiliki dua lantai.
Waktu berselang, aku mulai merasa ada yang hilang dari
diriku. Aku tidak dapat bersosialisai dengan warga kompleks ku, bahkan aku sama
sekali tidak mengenal tetangga rumahku. Ketika membuka buku-buku sewaktu kuliah
dulu, aku bahkan tak mengerti dan dibuat pusing. Tentu saja dalam kondisi
tersebut membuatku tak ingin berlama-lama dengan buku tersebut. Yang ada dalam
benakku hanya bagaimana sesegera mungkin menyelesaikan pekerjaan kantor dan
mendapatkan karir yang lebih cemerlang.
Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku dan mengatakan “bang, mau
turun dimana ? ini sudah malam”. Aku pun serentak turun dan membayar uang
angkot. Sesampai dirumah aku langsung terlentang dikasur, mungkinkah dengan
menggunakan transportasi umum aku dapat mengenang masa-masa kuliah dulu atau
bahkan dapat merasakan penderitaan orang-rang kecil ?
Aku terancam kacau untuk jangka waktu yang tidak kuketahui. Aku
orang yang sangat lelah, juga marah. Marah melihat keadaan.
Lalu semua kembali menjadi hening dan tenang. Tubuh dengan kesadaran
yang ringan menyertai kepergianku…
Dalam hidupku, aku hanya punya satu kesimpulan besar; pergi….
11 July 2012,
diwaktu yang begitu sunyi...
Diposting oleh
Dirgasme
di
7/12/2012 02:21:00 AM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Postingan (Atom)



